Ruas Jalan di Bone Banyak Yang Berlubang, Pemda Kurang Peduli? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ruas Jalan di Bone Banyak Yang Berlubang, Pemda Kurang Peduli?

Kondisi ruas jalan yang berlubang di jalur penghubung Jl MH Thamrin menuju jalur lingkar, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Warga setempat menanam pohon di jalan sebagai bentuk protes.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Sejumlah ruas jalan di wilayah kota mengalami kerusakan yang cukup parah. Sebagai bentuk protes, warga pun ramai-ramai menanam pohon di tengah jalan. Penelusuran yang dilakukan RADAR BONE menemukan sejumlah ruas jalan di daerah ini mengalami kerusakan serius.

Ruas-ruas jalan tersebut memerlukan rehabilitasi, bukan penambalan belaka. Pasalnya, kerusakannya hampir menyeluruh di sepanjang ruas jalan. Sebut saja misalnya, ruas jalan menuju ke Desa Panyili, Kecamatan Palakka dan sekitarnya. Ruas jalan yang menjadi akses utama warga Panyili menuju ke ibukota kabupaten ini menyerupai kubangan kerbau.

Titik lubang tersebar di sepanjang jalan berdiameter cukup lebar dan dalam. Tak sedikit warga memilih jalur memutar daripada kendaraannya berpotensi rusak karena terbentur lubang yang menganga. “Pekan lalu, saya berkunjung ke rumah keluarga di Desa Mattanete Bua melalui jalan di Panyili, ternyata rusak parah. Waktu kembali, saya memutar lewat Wollangi karena kendaraan terbentur di lubang,” ujar Rustan, salah seorang pengguna jalan.

Kerusakan hebat juga ditemukan pada ruas jalan Andi Celleng. Ruas jalan yang menghubungkan Jl Poros Bajoe menuju ke jalur lingkar tersebut juga dipenuhi lubang yang menganga. Sebagai bentuk protes, warga setempat pun menanam tunas kelapa di beberapa titik. Beberapa diantaranya disertai tulisan yang bernada sindiran ke pemerintah, seperti berbunyi ‘Wellcome di Kebun Kita’.

Ruas jalan dalam kota lainnya yang mengalami kerusakan serius adalah Jl Sungai Limboto. Jalur yang menghubungkan Jl Sungai Musi dengan Jl MH Thamrin ini, dipenuhi titik berlubang
Penelusuran RADAR BONE pada jalur ini ditemukan sedikitnya 32 titik berlubang. Bahkan, beberapa berlubang dengan diameter cukup lebar dipenuhi lumpur.

Warga setempat, Firman berharap ruas jalan tersebut segera diperbaiki. Apalagi, kata dia beberapa ruas jalan daerah sudah beralih jadi jalan nasional, sehingga beban pemerintah daerah semakin berkurang.

“Kondisi jalan ini memang sudah lama dibiarkan begitu saja. Sebelumnya pernah diperbaiki tapi hanya tempelan saja jadi tidak bertahan lama, tentunya kami sebagai masyarakat berharap agar ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaikinya, apalagi beberapa jalan sudah dilakukan pengalihan tentunya beban pemerintah daerah untuk memperbaikinya sudah berkurang,” ungkapnya.

Firman membeberkan akibat kerusakan jalan, tak sedikit pengguna jalan menjadi korban kecelakaan.
Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bone, Ir Khalil Syihab mengatakan upaya perbaikan jalan tetap dilakukan. Hanya saja, sulit dilakukan pada waktu yang bersamaan. Mengingat ruas jalan di Bone, kata dia cukup panjang. Sebagai gambaran, kata dia total panjang jalan yang ada di Kabupaten Bone adalah 2481,654 km. Ini terdiri dari 1559,514 km jalan kabupaten dan jalan desa 922,14 km.

Khusus untuk penanganan jalan hotmix dan rabat beton, Dinas PU dan PTR hingga tahun 2016 ini, sambung Khalil telah membangun dan merehabilitasi jalan sepanjang 272,548 km ditambah untuk tahun berjalan sebesar 47,828 km. “Sehingga apabila ditotal sekitar 320,376 km panjang jalan hotmix yang telah terbangun atau sekitar 178,1%. Hal ini tentu saja telah memenuhi bahkan melampaui janji bapak Bupati Bone pada periode awal kepemimpinannya, yaitu sepanjang sekitar 180 km,” jelas Khalil.

Terkhusus untuk jalan yang dikeluhkan warga saat ini, kata Khalil diupayakan dianggarkan pada APBD Perubahan 2017 mendatang. “Semua sudah kita survei, tapi tentunya kita menentukan skala prioritas berdasarkan ketersediaan anggaran yang dimiliki. Insya Allah, semua menjadi perhatian kami. Kami berharap mendapat dana cukup untuk digunakan memperbaiki semua jalan yang rusak,” terangnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Jibang menambahkan pengaspalan jalan membutuhkan anggaran yang besar. Dia mencontohkan untuk pengaspalan hotmix misalnya, membutuhkan anggaran sekira Rp2 miliar per kilometer.Terlebih lagi, jika harus dilakukan konstruksi aspal beton, maka anggaran per kilometernya dibutuhkan sekira Rp3 miliar.

“Tapi pengaspalan itu tergantung dari kondisi jalan, jika kondisi jalan rusak parah, maka tentu biayanya tinggi, jika jalanan tidak terlalu rusak, maka biayanya juga kurang, tapi biasanya untuk pengaspalan hotmix menghabiskan Rp1,8 miliar per kilometer,” jelas Jibang.

Biaya pengaspalan, kata Jibang juga ditentukan nilai tukar rupiah terhadap Dollar. “Biaya pengaspalan itu tergantung juga nilai dolar. Jika dolar naik, maka tentu biayanya juga naik, jika dolar turun, maka biayanya juga turun,” kunci dia.
*

To Top