Ruas Jalan Tak Dilengkapi Trotoar, Perancanaan Pembangunan di Bone Lemah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ruas Jalan Tak Dilengkapi Trotoar, Perancanaan Pembangunan di Bone Lemah

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pemerintah Kabupaten Bone menyadari kelemahan dalam penataan kota. Salah satunya masih banyaknya ruas jalan tak dilengkapi trotoar. Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM mengklaim pembangunan jalan di wilayah Kota Watampone tetap mengacu pada kepentingan publik. Bahkan sejumlah ruas jalan telah dilengkapi trotoar untuk memenuhi hak pejalan kaki, termasuk kalangan disabilitas.

“Tapi memang pembangunan jalan disertai trotoar tersebut berjalan maksimal,” tutur Ambo Dalle saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin, 11 Maret kemarin.

Dia menambahkan salah satu kendala tidak berfungsinya saat ini, yakni adanya sejumlah pedagang yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan. Belum lagi, pot bunga yang disimpan di atas trotoar. “Ini sesungguhnya tidak boleh terjadi. Dan SKPD terkait harus jeli melihat itu,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan pembangunan jalan yang ramah pejalan kaki dan kaum difabel, kata Ambo Dalle dibutuhkan perencanaan pembangunan yang matang oleh SKPD terkait.

“Makanya perlu ada konsultan kota untuk menata wilayah Kota Watampone. Inilah yang belum kita miliki. Namun itu bukanlah menjadi alasan untuk tidak mewujudkan hal tersebut. Kalau perlu kita mengadakan orang pintar, supaya hal ini bisa segera dibenahi secepat mungkin,” tuturnya.

Wabup juga meminta SKPD terkait dalam hal ini Dinas PUPR maupun Dinas Perumahan Kawasan Pemukinan dan Pertanahan Kabupaten Bone agar memiliki perencanaan matang dalam pembangunan jalan. Menurut mantan Ketua DPRD Bone ini, jika melihat kota yang maju dalam penataan kotanya, seperti Surabaya dan Makassar memang pembangunan jalan selalu dibarengi dengan pembangunan trotoar agar hak-hak pejalan kaki dan disabilitas terpenuhi. Termasuk tempat-tempat ramai yang banyak dikunjungi masyarakat seperti pasar. Semuanya harus dilengkapi trotoar.

“Makanya perlu ada penataan ulang kembali, supaya hak-hak para pejalan kaki maupun disabilitas dapat dipenuhi,” janji wabup.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone, pembangunan trotoar tahun ini hanya satu titik, yakni Jl Jenderal Sudirman dengan anggaran kurang dari Rp200 juta.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone, H Syafruddin Usman men gatakan pihaknya hanya menganggarkan satu titik pembangunan trotoar tahun ini karena anggaran yang bersumber dari APBD sangat terbatas.

“Kita hanya menyesuaikan saja dengan anggaran yang ada. Karena selalu diusulkan permintaan dana APBN agar pembangunan trotoar bisa dimaksimalkan. Hanya saja tidak pernah terealisasi. Makanya pembangunan trotoar dilakukan sedikit demi sedikit,” terang Syafruddin.

Lanjut dia, tahun depan, pihaknya merencanakan lagi satu titik, yakni di Jl HOS Cokroaminoto.
Diberitakan sebelumnya, trotoar seolah tak menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.

Buktinya, beberapa ruas jalan dalam kota tak dilengkapi jalur khusus bagi pejalan kaki tersebut.
Trotoar yang utuh hanya bisa dijumpai di depan kantor bupati, depan rujab bupati dan kawasan Lapangan Merdeka. Selebihnya, beberapa diantaranya berlubang, terhalang pot bunga, hingga jadi lahan bisnis. Ini bisa dijumpai di Jl Ahmad Yani, Jl MH Thamrin, Jl Jenderal Sudirman, Jl Besse Kajuara dan kawasan pasar lama (Tana Bangkalae) dan sekitarnya.

Namun di beberapa ruas jalan yang tergolong padat lalu lintas tak jumpai adanya trotoar, seperti di Jl Langsat, Jl HOS Cokroaminoto, Jl Sukawati dan beberapa ruas jalan dalam lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top