Saddang Belum Bersikap – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Saddang Belum Bersikap

Satu unit mobil jenis Jeep Wrangler Rubicon berwarna merah milik Saddang yang disita sebagai barang bukti di Kejaksaan Negeri Bone.

Banding, Dijatuhi Hukuman Mati

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Terdakwa kasus kemilikan sabu 2 kg dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Arman Suyuti alias Saddang alias Bang Toyib sejauh ini belum bersikap atas putusan banding Pengadilan Tinggi Samarinda yang menjatuhi hukum mati kepadanya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bone, Adnan Hamzah SH mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Selor terkait putusan PT Samarinda yang menjatuhkan hukum mati bagi Saddang.
“Begini, saya sudah koordinasi dengan pihak kejaksaan di sana, dan memang dipastikan bahwa hukuman mati yang diberitakan itu benar adanya. Selain itu semua barang bukti, berupa rumah, sepeda motor, mobil dan tempat pencucian mobil juga disita negara,” katanya.

Meski begitu, pihaknya menegaskan terdakwa masih bisa menempuh jalur hukum melalui proses kasasi. Namun demikian, kata Adnan sampai saat ini, terdakwa belum menyampaikan sikap atas putusan PT Samarinda tersebut, apakah melakukan perlawanan hukum melalui kasasi atau menerima putusan tersebut.

“Belum ada penyampaian resmi dari pihak terdakwa, namun upaya kasasi itu masih ada. Karena dia diberi kesempatan untuk menentukan apakah melakukan kasasi atau menerima putusan pengadilan tingkat tinggi tersebut dalam kurun waktu 14 hari terhitung sejak ditetapkannya putusan itu,” jelas Adnan.

Diketahui, Pengadilan Negeri Tanjung Selangor memutus hukuman seumur hidup untuk Saddang. Namun pria asal Bone itu menyatakan banding. Hasilnya, Pengadilan Tinggi Samarinda malah menambah hukuman Saddang dengan menjatuhi hukuman mati.
Saddang dibekuk setelah kurirnya, yakni Nur Salam alias Allang (44) ditangkap di Polres Bulungan Kalimantan Utara, Kamis 15 Januari 2015 lalu. Di hadapan penyidik Allang ‘bernyanyi’, bahwa sabu 2 kg yang dibawanya adalah milik Saddang. Namun demikian, polisi tidak serta menangkap Saddang. Saddang baru dieksekusi pada Sabtu 29 Agustus 2015 lalu sekira pukul 22.00 Wita di Hotel Ratih Jl Poros Majene, Polewali Mandar Sulawesi Barat. Saddang ditangkap atas dasar surat DPO yang diterbitkan Polres Bulungan pada Januari 2015. Saddang ditangkap dengan barang bukti sejumlah uang tunai dan handphone.

*

To Top