Salo Merungnge Ditutup – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Salo Merungnge Ditutup

Suasana pencarian korban hanyut di Salo Merungnge, Senin 14 November kemarin. Sejauh ini tersisa satu korban belum ditemukan.

PENULIS : HERMAN – BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi menyatakan prihatin atas petaka yang menimpa pengunjung Salo Merungnge. Fahsar pun memerintahkan obyek wisata alam itu ditutup sementara. Penegasan ini disampaikan Fahsar saat ditemui RADAR BONE di sela peninjauan TKP kecelakaan maut di Jl Mesjid Raya, Minggu malam 13 November lalu.
Fahsar menegaskan, bahwa obyek wisata Salo Merungnge yang terletak di Desa Ureng, Kecamatan Palakka sesungguhnya belum dikelola sebagai wisata resmi pemerintah daerah.

“Ini kan belum dibuka untuk umum. Namun warga sudah berkunjung ke sana (Salo Merungnge). Makanya, kita akan tutup untuk sementara lokasi itu,” tegas Ketua DPD II Golkar Bone itu.
Mantan Staf Ahli Gubernur itu menambahkan dirinya telah meminta instansi terkait untuk melakukan pengkajian menyusul mencuatnya obyek wisata Salo Merungnge dan menjadi viral di media sosial.

Camat Palakka, Hasnawati Ramli menambahkan pihaknya telah menindaklanjuti instruksi bupati tersebut dengan melakukan penutupan sementara di lokasi obyek wisata Salo Merungnge, “Kami sudah tindaklanjuti dengan menutup sementara tempat itu,” tuturnya saat dihubungi RADAR BONE, Senin 14 November kemarin.

Senada diungkapkan Kapolsek Palakka, AKP Bahsar, bahwa pihaknya sudah memasang garis polisi di TKP mulai Senin, 14 November kemarin sekira pukul 12.00 Wita. “Lokasi sudah kami tutup dengan memasang police line pada dua pintu, yakni pintu I di Desa Ureng dan pintu II di Desa Usa,” tegas Bahsar.

Musibah air bah di Salo Merungnge, selain menewaskan seorang pengunjung asal Kelurahan Palette, Kecamatan Tanete Riattang Timur bernama Musdalipa (26), juga terdapat korban luka.

Berdasarkan data yang diperoleh dari RSUD Tenriawaru, tercatat korban luka yang masih dirawat, yakni Adeliah Handayani (17). Siswa SMK 2 Panyula asal Kelurahan Waetuwo itu masih dirawat di ruang interna II.
Kakak korban Adeliah Handayani, Ria menceritakan awalnya adiknya berangkat ke Salo Merungnge berempat de-ngan temannya.
Beruntung, pada saat kejadian masih ada rekan korban yang tidak turun ke sungai. Sehingga teman korban itulah, kata Ria langsung menarik tangan Adeliah sehingga berhasil lolos dari arus air bah. “Akhirnya adik saya berhasil di-selamatkan, meskipun pada saat kejadian itu sempat pingsan, sehingga dilarikan ke RSUD. Tapi Alhamdulillah, hari ini sudah rencana keluar dari RSUD, karena dia sudah mulai baikan,” beber ria.

 

To Top