Sapi Berkeliaran Ditengah Kota Sudah Jadi Pemandangan Biasa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sapi Berkeliaran Ditengah Kota Sudah Jadi Pemandangan Biasa

Segerembolan ternak sapi yang melintas di depan Mapolsek Tanete Riattang dan rujab Kapolres Bone, Minggu malam 17 Juli 2016

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Hewan ternak kerap berkeliaran sampai ke jalan-jalan utama di Kota Watampone, Kabupaten Bone, sudah menjadi pemandangan biasa. Segerombolan sapi terlihat di tengah kota, Minggu malam 17 Juli 2016.

“Bukan hanya larut malam, ternak sapi warga bahkan setiap pagi, sudah berada di jalan, bahkan ternak sapi tersebut sering berkeliaran hingga di dekat pos lantas, dekat rumah jabatan bupati dan kapolres serta kantor Polsek Tanete Riattang,” ungkap Agus kepada RADAR BONE, Minggu malam 17 Juli 2016.

Sapi-sapi berkeliaran hingga ke Jalan MH Thamrin yang merupakan salah satu jalan utama di Kabupaten Bone, karena pembiaran yang dilakukan pemiliknya. “Selain karena tidak ada tindakan dari aparat berwenang. Padahal, keberadaan hewan ternak itu, cukup mengganggu kenyamanan lingkungan,” kritiknya.

Menurut Agus, keberadaan hewan ternak yang berkeliaran tersebut cukup meresahkan masyarakat.

“Saya kira sudah saatnya pemerintah daerah bertindak, mengingat hal tersebut cukup menggangu pengendara dan keindahan kota, karena kotoran yang berserakan di ruas jalan,”pungkasnya.

Sebelumnya, Ifah, salah satu pengendara yang berhenti akibat gerombolan sapi melintas mengatakan, sangat terganggu dengan adanya hewan ternak yang berkeliaran di jalur yang padat aktivitas itu. Terutama di pagi hari karena banyak anak-anak yang berangkat ke sekolah.

“Selain mengganggu pengendara juga bisa membahayakan pengendara, misalnya ada pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi tiba-tiba sapinya menyeberang jalan kan bahaya, apalagi jumlah sapinya cukup banyak,” keluh Ifah.

Terpisah, Camat Tanete Riattang, A Saharuddin menegaskan, sudah mengingatkan warganya untuk tidak melepas sembarangan hewan ternaknya.

“Kita aktif melakukan pendekatan ke peternak untuk mengkandangkan sapinya. Tapi itu tadi, masih ada peternak yang tetap membandel,” pungkasnya.

 

*ASKAR SYAM

To Top