Satu Korban Belum Ditemukan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Satu Korban Belum Ditemukan

Suasana pencarian korban hanyut di Salo Merungnge, Senin 14 November kemarin. Sejauh ini tersisa satu korban belum ditemukan.

Tragedi Salo Merungnge

PENULIS :  ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Bone, terus menyisir obyek wisata Salo Merungnge di Desa Ureng Kecamatan Palakka, Senin 14 November kemarin.
Penyisiran dilakukan sampai di Salo (Sungai) Usa, menyusul belum ditemukannya satu pengunjung korban tragedi maut tersebut.
Kepala Basarnas Kabupaten Bone, Andi Sultan mengatakan, hingga pukul 03.00 dinihari, pihaknya telah mengevakuasi 96 orang pengunjung, termasuk korban meninggal dunia, yakni Musdalipa (26) warga Kelurahan Palette Kecamatan Tanete Riattang Timur. “Kita masih melakukan pencarian korban yang hilang masing-masing atas nama Ashar, warga Macanang dan Ridwan Warga Tana Batue Lapri,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang anggota tim evakuasi Rayus menceritakan proses evakuasi pengunjung di Salo Merungnge.
Rayus mengaku, ada belasan pengunjung yang terjebak di gua.
“Proses evakuasi tergolong berat memakan waktu berjam-jam. Mereka kita evakuasi satu persatu dengan menggunakan tali,” jelasnya.
Ada juga pengunjung yang menurut dia, terjebak di tebing dan bebatuan yang ada di lokasi tersebut.
“Bayangkan ada kurang lebih 20-an pengunjung yang hanya berpijak di satu bebatuan. Sementara air di bawah mereka sangat deras,” terangnya.

Hingga sore kemarin, aktivitas pencarian terhadap korban yang diduga hanyut dihentikan. “Pencarian hari ini kita hentikan, karena hujan,” kata Rayus. Rayus mengakui pihaknya telah memasang jala di sela gua untuk memudahkan penemuan korban.
Sementara itu, Kapolsek Palakka AKP Bahsar yang dihubungi RADAR BONE, sore kemarin menyatakan sejauh ini tersisa satu korban yang belum ditemukan, yakni Ashar Saputra. Adapun satu korban lain yang diduga masih dibawa arus, Ridwan, warga Tana Batue sudah dinyatakan selamat.

“Sampai tadi malam (Ming-gu malam) sekira pukul 08.00 Wita, Ridwan tidak terdeteksi. Tapi ternyata yang bersangkutan sudah naik dari sungai. Nanti diketahui dia selamat, setelah tadi kembali mengambil motornya,” beber Bahsar.

Adapun Ashar Saputra, lanjut Bahsar, yang bersangkutan sebenarnya terseret arus di lokasi obyek wisata Macadding di Desa Ulaweng Cinnong, Kecamatan Cinnong alias bukan di Salo Merungnge. “Kalau Ashar itu, TKP-nya bukan di sini, tapi Macadding,” jelas Bahsar.
Dengan demikian, kata Bahsar hingga saat ini untuk pengunjung Salo Merungnge sudah dinyatakan ditemukan semua, termasuk yang meninggal dunia.”Jadi, kalo pengunjung Salo Merungnge sudah klop. Sudah ditemukan semua, kecuali Ashar yang TKP-nya di Macadding,” kunci dia.

Sementara itu, informasi dari Dusun Macadding, Desa Ulaweng Cinnong dilaporkan terdapat sedikitnya 27 pengunjung yang berhasil dievakuasi karena terjebak air bah.
Tim evakuasi, Rayus mengatakan ke-27 pengunjung tersebut ditemukan di beberapa titik, diantaranya di atas batu dan di bawah tebing. “Ada yang berdiri di atas batu hingga belasan orang. Ada juga yang berdiri berjejer berlindung di dinding tebing,” cerita Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bone itu.

Pria pecinta alam ini menambahkan, pihaknya melakukan evakuasi di Macadding setelah menerima telepon dari warga. “Kami memilih turun ke sana (Macadding) karena informasi yang masuk, lokasi itu juga banyak dikunjungi,” ungkapnya.
Rayus membeberkan, bahwa sesungguhnya air bah itu muncul didahului dengan tanda air sungai berubah menjadi keruh. “Sayangnya tak banyak yang mengetahui tanda-tanda itu. Makanya, kalau mandi di sungai yang awalnya air jernih lalu berubah menjadi keruh, maka segera naik, karena air bah akan datang dari hulu,” bebernya.
Camat Ulaweng, A Arjuna Arif yang dihubungi RADAR BONE membenarkan adanya sejumlah pengunjung yang dievakuasi dari lokasi air terjun Macadding. “Infonya memang ada yang dievakuasi, tapi semuanya adalah pengunjung yang berasal dari luar Ulaweng. Tidak ada warga setempat,” jelasnya.

To Top