Satu Tikaman, Juma Terkapar di Hadapan, Hakim, Jaksa dan Polisi – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

Satu Tikaman, Juma Terkapar di Hadapan, Hakim, Jaksa dan Polisi

Terdakwa kasus pembunuhan mendapat perawatan setelah ditikam di ruang sidang Pengadilan Negeri Watampone, Selasa 17 Januari.

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

 

WATAMPONE, RB– Berada ditengah-tengah aparat penegak hukum tak menjamin terbebas dari ancaman pelaku tindak kejahatan.

Buktinya, terdakwa kasus pembunuhan dan pembakaran ibu anak,  Harnisa (35)  dan anaknya Nursafiqah (4) di Dusun Tea, Desa Mattiro Bulu Jumat 21 Oktober lalu, Jumardi alias Juma terkapar setelah ditikam, Syahrul yang tak lain merupakan suami dari korban, Harnisa di Pengadilan Negeri Watampone, Selasa 17 Januari sekira pukul 10.30 Wita.

Penikaman yang dilakukan pelaku terhadap, Juma di tengah proses persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak korban.

Sesaat setelah dirinya disumpah sebagai saksi, Syahrul tiba-tiba menghunuskan badik yang dia simpan di saku celananya.

Syahrul kemudian mendekati Juma lalu menikam sebanyak tiga kali. Tikaman pertama  mengenai sasaran pada perut kiri korban. Sementara tikaman kedua dan ketiga berhasil ditepis anggota polisi yang menjaga jalannya proses persidangan.

Seorang anggota polisi, Bripda Imam dikabarkan ikut terkena tikaman pada bagian tangan.

Saksi Mata, Hadrawi yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan, pelaku awalnya tidak menunjukkan gerak-gerik mencurigakan sebelum kejadian.

“Kelihatan biasa-biasa ji. Pas sudah disumpah oleh majelis hakim. Pelaku diminta untuk kembali ke tempat duduknya. Bukannya duduk, Syahrul malah berbalik dan menikam korban,” terangnya.

Pasca kejadian, Syahrul langsung diamankan dan digelandang bersama dengan barang bukti berupa badik ke Mapolres Bone.

“Sudah kami amankan pelaku bersama barang bukti. Sementara korban dilarikan ke rumah sakit,” kata, Wakapolres Bone, Kompol Wahyudi Rahman.

Hakim Ketua,  Andi Juniman Konggoasa SH MH yang ditemui RADAR BONE pasca kejadian mengatakan, pihaknya sudah berupaya menata keamanan di ruang sidang. Bahkan tiap sudut di tempatkan petugas dari kepolisian. Namun tidak ada yang menyangka pelaku membawa senjata tajam.

” Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Kabag Ops Polres Bone mengenai standar penjagaan dari kepolisian,” tandasnya.

Click to comment
To Top