Sekda Anggarkan Pengadaan Mobdin Rp4,8 M, Anggota DPRD Mengaku Tak Pernah Muncul Di Pembahasan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sekda Anggarkan Pengadaan Mobdin Rp4,8 M, Anggota DPRD Mengaku Tak Pernah Muncul Di Pembahasan

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Bupati dan Wakil Bupati Bone, bakal dimanjakan lagi dengan adanya pengadaan mobil dinas jenis Toyota Alphard. Pengadaan mobil dinas tersebut, sudah dianggarkan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone di APBD 2018.

Selain bupati dan wakil bupati, Sekkab Bone, juga mendapat fasilitas mobil dinas jenis Toyota Fortuner yang juga sudah dianggarkan sekretariat daerah di APBD. Termasuk dua mobil operasional.  Tak ayal, pengadaan lima mobil dinas tersebut, menyedot anggaran mencapai Rp4,8 miliar.

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi yang dikonfirmasi terkait rencana pengadaan mobil dinas tersebut mengaku, pembelian dua mobil Alphard sudah masuk perencanaan sekretariat daerah. Fasilitas mobil tersebut lanjut dia, diperuntukkan untuk bupati dan wakil bupati terpilih hasil pilkada 2018 mendatang.

“Jadi bupati dan wakil bupati terpilih nanti berhak mendapatkan fasilitas mobil dinas. Makanya kita anggarkan di 2018 ini,” tukasnya.

Fahsar menegaskan, mobil dinas yang sekarang digunakan bupati dan wakil bupati memungkinkan untuk didum.
“Karena memang aturan membolehkan bupati melakukan dum,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bone, H Saipullah Latief menegaskan, pengadaan mobil dinas tersebut tidak pernah tertuang di pembahasan APBD. “Tidak pernah ada di Komisi I. Seandainya ada, pasti kita tolak,” ujarnya.
Sama halnya di Banggar, Saipullah memastikan, pengadaan mobil dinas tersebut tidak pernah dibahas.

“Bahkan beberapa kali kita tanyakan di tim anggaran sekretariat daerah apakah ada pengadaan mobil dinas, mereka menjawab tidak ada. Jadi kalau benar ada pengadaan mobil dinas nanti, maka itu cacat yuridis,” tegas Saipullah diamini Anggota Banggar lainnya, Rismono Sarlim.

Anggota Komisi I lainnya, HA Suaedi juga mengakui tak adanya pembelian mobil dinas dibahas di komisinya. “Tidak ada itu (Pembelian mobil dinas). Tidak pernah dibahas di Komisi I,” jelas Suaedi.

Praktisi Sosial, Rahman Arif turut menyoroti rencana pengadaan mobil dinas tersebut. Menurut Rahman, jika legislator tak mengetahui adanya alokasi anggaran pembelian mobil dinas bupati dan wakil bupati dalam APBD 2018, bisa dikatakan anggaran tersebut siluman. “Itu bisa diartikan dewan juga kecolongan,” ungkapnya.

Dia menilai pengadaan mobil mewah bertentangan dengan program Nawacita Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Pengadaaan mobil dinas baru menurutnya belum mendesak sebab mobil dinas lama, selain mewah juga relatif masih baru.

“Pemerintah pusat berbagai kesempatan selalu menekankan penghematan dan menekankan gaya hidup sederhana bagi pejabat pemerintahan. Bukti nyata Presiden menggunakan mobil dinas yang lama dan langkah ini ditindaklanjuti dengan instruksinya kepada menteri-menterinya untuk menggunakan mobil dinas lama,” sesalnya.

Sayangnya, kebijakan Presiden tidak serta merta ditindaklanjuti pemerintah daerah, terkhusus di Bone. “Ini juga merupakan pembangkangan terhadap Nawacita, di mana pada poin dua Nawacita berbunyi pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
Ingat pengadaan mobil dinas ini, bisa saja melemahkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan bupati dan wakil bupati,” tukasnya.

Diketahui, pada APBD 2016 lalu, Bagian Keuangan dan Perlengkapan Setda Bone juga melakukan pengadaan mobil dinas bupati berupa Toyota Land Cruiser Prado.

Untuk pengadaan mobil dinas jenis Prado keluaran terbaru itu, pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 miliar melalui sekretariat daerah. Awalnya, terjadi protes dari kalangan legislator terkait pengadaan mobil dinas Prado kala itu. Namun hingga ketuk palu penetapan APBD 2016, pembelian mobil mewah tersebut tetap lolos.

Dengan kehadiran randis merek Toyota Alphard pada 2018 mendatang, maka akan melengkapi koleksi mobil dinas bupati sebelumnya, yakni Harrier, Alphard dan Land Cruiser Prado. Demikian pula Wabup, randis yang digunakan akan bertambah menjadi tiga unit, setelah Camry dan Fortuner

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top