Sekolah di Bone Diminta Proaktif – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sekolah di Bone Diminta Proaktif

3.209 Siswa Belum Terima Dana PIP

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB–Masih banyaknya siswa yang belum menerima kucuran dana Program Indonesia Pintar (PIP) mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Disdik meminta pihak sekolah lebih proaktif melakukan
koordinasi dengan bank penyalur.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs Nursalam MPd mengatakan koordinasi dengan pihak bank penyalur dinilai penting, mengingat pihak bank berdalih keterlambatan penyaluran karena data siswa yang bermasalah.

Apalagi, kata Nursalam data penerima PIP tahun 2016 lalu hanya mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS). “Banyaknya jumlah siswa yang belum menikmati program PIP, itu dipengaruhi karena pengusulan tidak melalui sekolah, melainkan berdasar dengan data BPS, sehingga terkadang penerima PIP tidak ada lagi datanya di sekolah, ada juga yang telah pindah sekolah dan ada juga yang telah berhenti,” ungkapnya saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin 20 Maret kemarin.

Bukan cuma itu saja, lanjut Nursalam Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menjadi alat bukti untuk menerima PIP pendistribusiannya melalui desa bukan sekolah atau Dinas Pendidikan, sehingga tak jarang ada siswa terdaftar sebagai penerima dana PIP, namun tidak bisa mencairkan dananya karena tidak memiliki kartu.
Jika pihak sekolah proaktif berkoordinasi dengan siswa dengan pihak bank penyalur, Nursalam meyakini pencairan dana PIP 2016 bisa tuntas secepatnya. “Maka dari itu, sekolah harus proaktif, apalagi datanya lengkap di disdik,” imbuhnya.

Pimpinan BRI Cabang Watampone, Adi Widya Prakasa yang dikonfirmasi terkait penyaluran dana PIP tersebut, menegaskan hal itu terkendala pada administrasi.

“Saya tidak tahu pasti berapa yang belum tersalur karena catatannya ada di kantor,” kata Adi saat ditemui RADAR BONE di sela-sela kegiatan undian Panen Hadiah Simpedes di Bugis Room Novena Hotel, Kamis 16 Maret lalu
Adi menambahkan, untuk mencairkan dana PIP bagi siswa SMP tersebut harus dilengkapi dengan kartu identitas siswa yang sesuai dengan daftar. “Di sinilah kendalanya karena kadangkala ada nama siswa yang berbeda satu huruf dengan di daftar sehingga harus dibenahi dulu,” bebernya.

Selain itu, sambung Adi, inisiatif dari pihak sekolah melakukan koordinasi dengan pihaknya juga kurang. Adi mengakui pihaknya telah menerima surat dari Kementerian Pendidikan agar segera merampungkan pencairan dana PIP. “Hanya saja masih ada beberapa sekolah yang terkesan vakum dan tidak melakukan koordinasi dengan kami untuk segera mencairkan dana itu,” tambahnya.

Ia menegaskan pembayaran dana pendidikan itu tidak mesti dilakukan di Kantor cabang, tetapi bisa melalui kantor unit. “Kami hanya mengimbau kepada pihak sekolah agar melakukan koordinasi kepada kami sebelum membawa siswa-siswanya ke kantor BRI supaya bisa disiapkan pelayanan biar cepat dan lancar,” pungkasnya.
Kepala Unit BRI Cina, Agus Pujohadi menambahkan koordinasi dengan pihak sekolah sangat penting untuk memperlancar penyaluran.

Pujohadi mengakui pihaknya sudah merampungkan pencairan dana PIP di wilayahnya.. “Kalau di wilayah saya sudah berhasil saya rampungkan semua dengan melakukan koordinasi dengan sekolah,” ucapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terdapat 15.874 siswa tercatat sebagai penerima dana PIP di daerah ini. Hanya saja, dana yang tersalur baru menyentuh kepada 12.665 siswa atau 79,8%. Dengan demikian, masih terdapat 3.209 siswa yang belum menikmati dana PIP. Tak hanya Kabupaten Bone, beberapa daerah tetangga yang berada di wilayah Bosowasi juga mengalami hal serupa.

Di Sinjai misalnya, masih terdapat 424 siswa dari 4.917 siswa. Kemudian Soppeng ada 1.597 siswa dari 3.450 siswa dan Wajo tersisa 1.169 siswa dari total 7.203 siswa. Besar bantuan dana PIP yang disalurkan pemerintah kepada siswa kurang mampu bervariasi. Untuk siswa kelas VII dan VIII dana yang diterima Rp750.000 per orang, Sedangkan siswa kelas IX sebesar Rp375.000.

To Top