Sekolah Jadi Incaran Maling – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sekolah Jadi Incaran Maling

1Polisi saat melakukan olah TKP di SMKN 1 Watampone pada November 2015 lalu. Sejauh ini, pelaku belum terungkap.

WATAMPONE, RB–Akhir-akhir ini sekolah menjadi sasaran aksi pencurian. Beberapa sekolah telah kehilangan aset dijarah maling. Setidaknya dalam bulan ini, dua sekolah yang satroni maling.
Berdasarkan data yang dihimpun RADAR BONE, pada Minggu 10 April lalu, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Watampone, Kabupaten Bone Provinsi Sulsel telah dibobol maling.
Kepala MTsN Watampone, Drs H Kasmaruddin yang dihubungi RADAR BONE via sambungan telepon mengatakan, pelaku sempat menggerayangi kantor dan ruang guru. Beruntung aksi pencurian di MTsN Watampone, pelaku berhasil dibekuk bersama barang buktinya.
“Ada dua proyektor yang diamankan polisi bersama dengan pelaku. Meski begitu jumlah kerugian belum bisa saya pastikan,” katanya.
Dua hari sebelumnya, tepatnya Jumat 8 April lalu, SMPN 2 Cina juga dibobol maling. Enam ruangan telah dijamah sang maling. Dalam ini peristiwa ini, pelaku berhasil membawa kabur dua unit komputer, keyboard, printer serta layar LC. Akibat pencurian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian berkisar Rp20 juta-an.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku merusak kunci gembok dan jendela ruangan.
“Ruang yang dimasuki pelaku pencurian seperti ruang guru, ruang lab serta ruang kepala sekolah. Tidak ada uang diambil, tapi kerugian ditaksir Rp20 juta-an,”ungkap Hj Darmiati SPd Kepala SMPN 2 Cina. Pelaku pencurian di SMPN 2 Cina ini belum terungkap.
Selain di dua sekolah tersebut, SMKN 1 Watampone juga pernah dibobol maling
Pada Jumat, 12 November 2015, ruang pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) SMK Negeri 1 Watampone dibobol maling sekira pukul 02.00 Wita. Sebanyak 12 unit laptop ditambah dua cas laptop raib digasak maling. Aksi pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang sempat tertangkap kamera CCTV. Berdasarkan hasil rekaman kamera pengintai yang terpasang di ruang UKG tersebut, pelaku mulai menjalankan aksinya pada pukul 02.00 dinihari. Pelaku memasuki ruang UKG dengan terlebih dahulu membobol atap ruang UKG dari belakang. Kemudian membobol atap ruang UKG dari dalam. Kerugian akibat aksi pencurian tersebut berkisar Rp60 juta. Sejauh ini, pelaku pencurian belum terungkap.
Aktivis Mahasiswa, Adry Heryanto mengatakan aksi pencurian di sekolah tersebut patut menjadi perhatian. Aparat penegak hukum perlu meningkatkan patroli di sekolah-sekolah.
“Ini masalah yang tak boleh dianggap sepele. Seharusnya penegak hukum da pihak sekolah perlu menjalin koordinasi. Harus ada langkah pencegahan, jangan sampai kejadian serupa terulang,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah, kata Adry perlu meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat penjagaan. “Sebaiknya satpam sekolah juga dilibatkan jaga malam,” jelasnya.
Mengingat, kata dia di sekolah saat ini tersimpan aset berharga, terutama barang elektronik.
“Wajar kalau sekarang sekolah jadi sasaran pencuri. Banyak barang berharga di sekolah seperti komputer dan barang berharga lain. Jauh berbeda dengan 10 tahun lalu tidak ada barang berharga yang bisa dicuri di sekolah,” tutupnya.

herman/usmansommeng

To Top