Sekolah Siap Menyesuaikan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sekolah Siap Menyesuaikan

Siswa SMAN 4 Watampone belajar di lantai menyusul dihentikannya penarikan sumbangan Komite Sekolah untuk pengadaan mobiler karena menuai protes orangtua siswa, beberapa waktu lalu.

TERKAIT LARANGAN POLITISI JADI PENGURUS KOMITE

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Munculnya Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang mela-rang pengurus komite berasal dari kalangan partai politik, legislator dan unsur pemerin-tah mulai disikapi sejumlah sekolah.

SMAN 1 Watampone misalnya, melalui Andi Dewi guru sekaligus pengurus komite mengaku sudah membaca aturan tersebut. Bahkan sejak aturan itu muncul para pengurus dan pihak sekolah juga telah mendiskusikan hal itu karena mengingat Ketua Komite SMAN 1 Watampone berasal dari pengurus Partai Politik. Bahkan telah diputuskan akan diadakan pertemuan komite sekolah untuk membahas agenda pemilihan pengurus komite yang baru.

“Kita sudah bicarakan aturan baru itu, dan teman-teman pe-ngurus komite bersama dengan pihak sekolah dalam waktu dekat sudah mengagendakan rapat pertemuan,” ungkap Bendahara Komite SMAN 1 Watampone ini.
Hal senada juga diungkapkan Wakasek Kurikulum SMAN 1 Watampone Drs H Yuddin K. Pihak sekolah bersama dengan komite sekolah, kata Yuddin te-lah mengetahui aturan baru tentang komite sekolah.

“Bahkan teman-teman saya lihat sudah mendiskusikan hal itu melalui grup WA. Di dalam percakapan itu, Sekretaris Komite Saturdi, SPd yang tak lain guru SMAN 1 Watampone sudah mengagendakan untuk menindaklanjuti aturan itu. Sisa menunggu waktu saja,” ujarnya.

Selain SMAN 1 Watampone menyatakan kesiapannya untuk menyesesuaikan diri dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. Kepala SDN 24 Macanang Hj Siti Nurhayati Malik, SPd juga mengakui akan menindaklanjuti aturan itu. “Saya juga sudah baca aturan itu. Kalau kami tidak ada masalah, karena hanya Ketua Komite kami saja yang tidak masuk dalam unsur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, karena ketua komite kami berasal dari anggota DPRD,” ungkapnya.

Mengenai tindaklanjut pemilihan ketua komite baru kata Nurhayati, pihaknya menunggu tahun ajaran baru. “Kemungkinan besar, perubahan struktur komite sekolah baru dilakukan di bulan Juli 2017. Kita akan awali pengurus baru nantinya di tahun ajaran baru, karena saya melihat di aturan itu pihak sekolah diberikan satu tahun untuk menyesuaikan diri,” terangnya.

To Top