Sekolah Wajib Patuhi Kuota – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sekolah Wajib Patuhi Kuota

Kadisdik Drs H Rosalim HAB SSos MSi.

3.500 Siswa Terancam Tak Tertampung

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Dinas Pendidikan Kabupaten Bone sudah mewanti-wanti pihak sekolah agar mematuhi kuota pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Penegasan ini dimaksudkan untuk menghindari adanya calon siswa yang tidak tertampung. Maklum, berdasarkan data peserta ujian nasional (UN), diprediksi ada 3.500 lulusan SMP nantinya yang terancam kehilangan bangku SMA.
Setiap musim penerimaan siswa baru, aroma praktik jual beli bangku selalu saja menyebar. Ini lantaran pihak sekolah menerima calon siswa baru me-lebihi kuota yang diberikan. Akibatnya, pasca pengumuman hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB), pihak sekolah melalui komite melakukan pungutan kepada orangtua siswa dengan alasan untuk pembangunan ruang kelas belajar (RKB) dan pengadaan mobiler. Pihak Dinas Pendidikan tak ini hal seperti ini terulang setiap tahun.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs H Rosalim HAB, SSos, MSi menegaskan pada musim penerimaan siswa baru tahun ini, pihak sekolah harus mematuhi kuota yang te-lah ditentukan. “Setiap penerimaan siswa baru itu, kami selalu mengeluarkan juknis dan kuota ke masing-masing sekolah. Maka dari itu, harus dipatuhi, sehingga distribusi siswa baru ke semua sekolah yang ada di Bone merata dan tidak terjadi penumpukan di salah satu sekolah,” ungkap Rosalim.
Salah satu penyebab terjadi-nya praktik jual beli bangku dan penarikan sumbangan komite, kata Rosalim, tidak lepas dari tidak konsistennya sekolah menerapkan kuota. Rosalim yakin, sepanjang pihak sekolah mematuhi kuota yang ada, praktik yang memberatkan orangtua siswa dalam penerimaan siswa baru tidak akan ditemui. “Kita bisa melihat di SMAN 4 Watampone siswanya terpaksa duduk di lantai dalam proses belajar mengajar. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut, karena melanggar kuota yang telah diberikan. Pemaksaan seperti ini tentu akan berdampak pada sarana dan prasarana sekolah,” tuturnya.
Menyinggung sanksi yang akan dijatuhkan kepada sekolah yang melanggar kuota.
Rosalim menegaskan, sekolah yang melampaui kuota akan ditindaklanjuti dalam bentuk pemang-gilan. “Tapi pada intinya, saya tegaskan sekolah harus patuhi juknis,” tegasnya.
Rosalim menjamin dalam penerimaan siswa baru tingkat SMA tidak akan ada siswa yang tidak tertampung. Kendati diakui, keluaran SMP lebih besar dari pada SMA, namun jumlah SMA di Bone terus bertambah setiap tahun. “Kami setiap tahun mendirikan sekolah di Bone. Tahun ini, kami sudah memiliki SMAN 1 Palakka. Ke depan kita rencana kembali membangun SMKN Ponre. Upaya ini kita lakukan, agar siswa yang ada di kecamatan mendapat kemudahan untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMA dengan tidak perlu lagi ke kota,” paparnya.
Sebelumnya, Bupati Bone Dr HA Fahsar Mahdin Padjala-ngi, MSi dalam arahannya pada acara penamatan siswa SMAN 4 Watampone menekankan agar dalam penerimaan siswa baru, pihak sekolah tidak boleh melampaui kuota. Makanya, kata bupati calon siswa baru harus diseleksi secara ketat. “Kita tidak hanya mengejar kuantitas, namun kita mengutamakan kualitas, sehingga saya minta sekolah lakukan seleksi secara ketat,” tegasnya.

To Top