Sekretaris Polisikan Ketua Komite Sekolah di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sekretaris Polisikan Ketua Komite Sekolah di Bone

Terkait Dugaan Pungli Pengadaan Komputer

PENULIS : ADRY-IRHAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE– Pengurus Komite SMAN 1 Bone bergejolak. Sekretaris Komite SMAN 1 Bone, Andi Kadir melaporkan ketuanya, Syafruddin Madjid ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Rabu 7 Februari lalu .

Dalam laporannya, Andi Kadir menduga sang ketua telah melakukan dugaan tindak pidana pungutan liar terhadap orang tua siswa tanpa melalui rapat internal komite.
“Mekanismenya ketika akan dilakukan pungutan terhadap orang tua siswa. Pihak sekolah yang mengajukan ke komite selanjutnya dilakukan rapat. Ketika usulan itu dianggap mendesak maka disetujui,” kata Andika sapaan akrab Andi Kadir.

Pungutan yang diduga dilakukan Ketua Komite, Andika menilai keluar dari mekanisme, pasalnya sebagai sekretaris dia tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait pungutan itu. “Saya baru mengetahui bahwa ada pungutan setelah ada orang tua siswa yang menanyakan adanya sumbangan suka rela untuk membeli komputer,” tambahnya.
Andika melanjutkan, dari hasil pungutan tersebut sudah terkumpul sebesar Rp10 juta lebih di bendahara komite.

“Saya mendengar informasi dari bendahara bahwa dari sumbangan tersebut dana yang terkumpul sudah lebih Rp10 juta. Lebih baik dilaporkan karena kalau tidak bisa jadi saya juga kena ketika pungutan ini bermasalah di belakang,” terangnya.

Bendahara Komite, Andi Tenri mengakui dana yang terkumpul dari hasil pungutan kepada orang tua siswa mencapai Rp14,7 juta.
“Saya dikonfirmasi bahwa ada dana sumbangan orang tua sebanyak Rp14 juta lebih yang dipakai untuk pembelian dua unit komputer,” bebernya seraya mengakui tidak pernah dilibatkan. Kanit Tipikor Polres Bone, Iptu Muh Pahrun membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana pungutan liar, namun saat ini terlapor belum dilakukan pemanggilan karena pengumpulan berkas belum rampung.

“Sudah ada masuk, laporannya ditangani Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Bone, namun belum dilakukan pemanggilan terhadap terlapor karena masih dalam pengumpulan berkas, apalagi kasus tersebut terkait dugaan pungli,” ujarnya.

Ketua Komite SMA Negeri 1 Bone, Syafruddin Madjid yang dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu 7 Februari lalu mengatakan pungutan yang dilakukan tersebut atas persetujuan dari semua pihak, baik dari orang tua siswa maupun internal komite itu sendiri.

“Sebelumnya orang tua siswa diundang oleh pihak sekolah dalam sosialisasi pelaksanaan UNBK, karena SMA 1 Bone masih kekurangan komputer maka atas persetujuan dari orang tua siswa melakukan sumbangan secara sukarela untuk memenuhi kekurangan,” ungkap penggiat LSM yang akrab disapa Robert itu.

Karena menilai tak ada pungli, Syafruddin mempersilakan sekretarisnya untuk melapor ke polisi. “Kalau dia (Sekretaris) mau laporkan saya, silakan saja karena ini bukan pungli karena sudah ada persetujuan dari orang tua siswa,” jelasnya.

Kepala SMA Negeri 1 Bone, Muhammad Idris yang dikonfirmasi RADAR BONE tak mau mencampuri persoalan tersebut. “Kami sebagai pihak sekolah tidak mencampuri urusan mereka sebagai komite, dan terkait dia dilaporkan, itu internal mereka,” tegasnya.

Idris mengakui sekolah yang dipimpinnya sudah berpengalaman dalam pelaksanaan UNBK, karena sarana dan prasarana cukup. Diakui memang ada kerusakan komputer beberapa unit, namun hal itu dinilai tak menjadi kendala. “Kalau SMA 1 kami sudah siap apalagi memang sebelumnya kami telah melaksanakan UNBK dan saat ini hanya dua-tiga laptop saja yang kami pinjam karena komputer yang dimiliki sekolah sudah memadai ada 100 lebih komputer yang disiapkan,” tegas Idris.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top