Selingkuh Dengan Supir Truk, Oknum Bidan di Sinjai Nekat Aborsi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Selingkuh Dengan Supir Truk, Oknum Bidan di Sinjai Nekat Aborsi

PENULIS : LUKMAN SARDY

SINJAI, RB–Warga Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong digegerkan penemuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki, Kamis 16 Maret kemarin. Mayat bayi laki-laki tersebut pertama kali ditemukan HT dibawah kolong tempat tidur milik SY (29 thn) yang belakangan diketahui merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.
SY merupakan honorer yang bertugas di Puskesmas Biji Nangka. Warga Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong melahirkan anak di luar nikah.

Penemuan bayi tersebut berawal saat HT melihat baskom yang ada di bawah kolong tempat tidur milik SY. HT kemudian berinisiatif memeriksa baskom tersebut dan mendapati selembar sarung batik dan selanjutnya mengangkat sarung tersebut dan menemukan sosok bayi laki – laki yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kepala Desa Bonto Sinala Mappanyukki, umur bayi diperkirakan 7 bulan dan itu adalah hasil hubungan diluar nikah antar SJ dengan AT (30 thn), warga Desa Biji Nangka yang kesehariannya bekerja sebagai supir truk.

“Perempuan (SY) adalah seorang tenaga honorer di Puskesmas Biji Nangka dan laki laki (AT) sudah berkeluarga serta sudah memiliki dua orang anak. Saya selaku kepala desa tidak bisa berbuat banyak. Sekiranya AT belum punya istri, mungkin saya selaku kepala desa bisa memediasi,” tutur Mappanyukki.

Sumber dari Polsek Sinjai Borong menyebutkan, perempuan (SJ) dan pasangannya AT beserta barang bukti telah diamankan oleh pihak yang berwenang untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, oknum bidan berinisial SY (29 tahun) yang diduga telah melakukan aborsi kini menjalani perawatan di rumah sakit. SY dirawat untuk memulihkan kondisinya usai melakukan aborsi, hasil dari hubungan gelapnya dengan IT, warga asal Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong.

“SY belum kami tahan karena sementara menjalani perawatan. Jika terbukti maka ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Sardan, Jumat 17 Maret kemarin.
Selain SY, IT kata kasat reskrim juga terancam hukuman yang sama. Mereka melanggar Undang-Undang Nomor 3 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.

 

To Top