Seluruh Kepala Puskesmas di Bone Wajib Catat Ini!!! – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Seluruh Kepala Puskesmas di Bone Wajib Catat Ini!!!

Jangan Terima Uang Masyarakat, Petugas Puskesmas Tana Batue Diwarning

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Kepala Puskesmas Tana Batue Kecamatan Libureng, Mansyur datang memenuhi panggilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Jumat 2 September kemarin. Dia dipanggil menghadap terkait dugaan pungutan liar (Pungli) distribusi KIS di wilayahnya.
Sekira pukul 09.00 Wita kemarin, Kepala Puskesmas Tana Batue, Mansyur datang bersama bendahara dan bidan desa yang berjumlah delapan orang.

Mereka diterima Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Anwar SH, MSi. Di hadapan sekretaris, Mansyur Cs membantah telah melakukan pungutan terhadap penerima kartu KIS di wilayahnya.
“Kami tidak pernah menerima pembayaran dari warga saat menyalurkan Kartu Indonesia Sehat,” tutur Mansyur diamini rekan-rekannya. Namun, Mansyur tak menampik pernah menerima uang pembeli teh kotak.

Bendahara Puskesmas Tana Batue, Oktavianti menegaskan, bahwa Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang ditanggung APBN berjumlah 507 kartu, hingga kini belum dibagikan kepada yang berhak. Pasalnya, masih terdapat beberapa kesalahan seperti nama, alamat dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak cocok, sehingga harus diverifikasi ulang. Terkhusus untuk kartu KIS yang didanai APBD (Integrasi Jamkesda ke JKN), kata Oktavianti sudah dibagi kepada warga.

Adapun kartu JKN-KIS yang didanai APBD tersebut hanya berjumlah 668 kartu. Angka ini jauh dari jumlah warga yang diusulkan mencapai 1.000 orang. Karena terbatasnya kuota KIS APBD, maka pihaknya mengarahkan warga untuk mendaftar sebagai peserta mandiri.
“Makanya saya sampaikan kalau mau mendapatkan kartu bisa, tapi harus dibayar minimal Rp25 ribu perbulan, tapi itu namanya BPJS Mandiri. Saya telah berikan petunjuk untuk ke BPJS, tapi dia tidak tahu sehingga dia minta tolong sama saya, saya menolak, tapi dia minta tolong sekali, sehingga saya bantu, makanya itu ada yang membayar Rp150 ribu karena ada enam orang dalam satu rumah tangga dan semua terdaftar. Mungkin itu ada yang melapor kalau dia membayar,” ungkapnya.

Namun demikian, para petugas Puskesmas Tana Batue menyatakan siap disanksi, jika dugaan pungli distribusi KIS tersebut terbukti.
“Kami sudah jelaskan, bahwa tidak ada pembayaran. Kami siap diberhentikan, kalau betul itu terjadi,” tegas Oktavianti diamini rekan-rekannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Anwar SH MSi meminta kepada petugas Puskesmas Tana Batue agar tidak lagi menerima uang dari masyarakat. Kendati uang tersebut berupa pembeli makanan atau berbagai bentuk tanda terima kasih lainnya.
“Kami berharap agar tidak ada lagi yang menerima uang dari masyarakat. Apapun bentuknya, baik pembeli itu teh maupun tanda terima kasih. Jangan ada yang menerima uang dari masyarakat, karena terkadang ada orang yang salah paham. tegasnya.

*ASKAR SYAM

To Top