Serapan Anggaran Rendah, Realisasi apbd Triwulan I minimal 25 Persen – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Serapan Anggaran Rendah, Realisasi apbd Triwulan I minimal 25 Persen

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE—Pemerintah Kabupaten Bone masih harus menggenjot pelaksanaan kegiatan yang dianggarkan dalam APBD 2018. Mengingat serapan anggaran di triwulan pertama masih di bawah target sebesar 25%. Pada kegiatan kunjungan kerja ke Bone sekaligus melantik penjabat bupati, Kamis, 19 April lalu. Penjabat Gubernur Sulsel, Dr Soni Sumarsono, MDM mengingatkan kepada penjabat bupati agar merealisasikan APBD sampai 75% hingga akhir masa tugas 20 September mendatang.

Di lima bulan waktu yang tersisa, harapan Pj Gubernur Sulsel tersebut sulit dicapai jika tidak digenjot dari sekarang. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bone, hingga saat ini realisasi APBD tercatat masih di kisaran 19%. Padahal sejatinya, serapan anggaran di triwulan pertama 2018 ini sudah menyentuh angka 25%. Diketahui APBD Kabupaten Bone tahun 2018 sebesar Rp2,2 triliun.

Sekretaris BPKAD Kabupaten Bone, H Najamuddin mengatakan sesuai hasil rapat di Makassar pada awal April, penyerapan anggaran baru mencapai 19%.
Menurut Najamuddin serapan sebesar itu masih di bawah target. Rendahnya serapan anggaran terjadi, kata Najamuddin karena dana alokasi khusus (DAK) belum turun. Kemudian ditambah sistem aplikasi baru juga lamban dimulai, yakni baru keluar pada 9 April lalu. Sedangkan sistem itulah digunakan untuk membuat laporan.

“Selain itu juga terlambat kontrak dibuat akhirnya pencairan dananya juga terlambat,” beber Najamuddin kepada RADAR BONE, Rabu, 25 April lalu.
Diakui Najamuddin penyerapan anggaran harus mencapai 75% hingga ak-hir masa jabatan Pj bupati pada September mendatang. “Tapi penyerapan anggaran juga tergantung dari pemerintah pusat,” kunci dia.

Terkhusus keterlambatan pencairan dana alokasi khusus (DAK) tahap pertama. Pihak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bone menyatakan DAK belum ditransfer ke pemerintah daerah karena persyaratan yang diminta belum dipenuhi pemda. Sejatinya dana alokasi khusus tahap pertama sebesar 20 persen sudah ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Namun triwulan pertama sudah berlalu, DAK tak kunjung masuk ke ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Informasi yang diperoleh dari pihak KPPN Bone menyebutkan sesungguhnya dana siap. Hanya saja, dana alokasi khusus tersebut tak dicairkan karena persyaratan pencairan dana belum diajukan pemerintah daerah.

Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) DAK Fisik dan Dana Desa Kantor Pela-yanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Bone, Mudjahidin mengatakan pihaknya tinggal menunggu persyaratan dilengkapi pemerintah daerah. “Jika persyaratan sudah dilengkapi, maka dana langsung ditransfer, karena dana sudahnya siap,” tutur Mudjahidin saat dikonfirmasi RADAR BONE melalui sambungan telepon, Senin, 16 April lalu.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top