Serapan Anggaran SKPD di Bone, Rendah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Serapan Anggaran SKPD di Bone, Rendah

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Realisasi penggunaan anggaran di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab masih sangat minim. Bahkan, belasan SKPD belum melaporkan realisasi anggaran maupun kegiatannya. Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengacu pada rencana kerja pembangunan daerah (RKPD).

Tentu saja, program itu disesuaikan dengan besaran anggaran serta disesuaikan dengan jadwal agar semua kegiatan bisa rampung tepat waktu.

Sayangnya, kerapkali, RKPD yang telah disusun meleset dari program yang telah disusun terutama dari ketidakdisiplinan SKPD mensingkronkan serapan anggaran dengan progres kegiatan. Bahkan, cenderung lamban yang pada akhirnya pengerjaan pembangunan pun molor.

Terbukti, pada triwulan pertama 2017 ini, berdasarkan data Rekapitulasi Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2017 per 31 Maret lalu, total dana dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dari 42 SKPD sebanyak Rp785.650.075.000. Namun realisasi keuangannya baru mencapai 5,93 persen atau jika dinominalkan menjadi Rp46.570.823.177. Sedangkan realisasi kegiatan baru mencapai 12,27 persen.

Dari 42 SKPD, Dinas Kesehatan dikucuri DPA tertinggi yakni mencapai Rp151.051.510.000. Disusul Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebesar Rp116.131.931.500.
Sayangnya, berdasarkan laporan yang masuk ke Bidang Evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kedua dua SKPD tersebut belum melaporkan catatan realisasi keuangan maupun kegiatan.

Begitupula dengan Dinas Ketahanan Pangan yang mendapat DPA terendah, yakni Rp1.500.000.000, pun belum masuk data realisasi keuangan dan kegiatannya ke Bappeda. Hal yang sama juga terjadi pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Inspektorat Daerah, RSUD, Dinas PSDA, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Sudah ada masuk laporannya namun belum sempat kami input ke komputer,” kilah salah seorang pegawai Bappeda Kabupaten Bone yang enggan dikorankan namanya.

Beda halnya dengan Sekretariat Daerah dengan nilai DPA hanya sebesar Rp25.463.930.000, realissi keuangan telah mencapai Rp7.385.780.677 atau sebesar 29 persen, sementara realisasi kegiatan baru mencapai 24.54 persen.

Begitupula dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dengan DPA sebesar Rp33.500.000.000, realisasi keuangan telah mencapai 6.426.724.489 atau 19.18 persen dengan realisasi kegiatan 12,85 persen.

Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Drs H Abu Bakar MSi yang dikonfirmasi mengenai minimnya realisasi anggaran dan kegiatan, mengungkapkan jika hal tersebut memang biasa terjadi.

“Pada triwulan pertama memang minim dan belum banyak bisa kita lihat progres kegiatan dan serapan anggarannya,” ungkapnya saat ditemui RADAR BONE, Kamis, 4 Mei lalu.

Menurutnya, hal itu disebabkan, mayoritas pengerjaan fisik yang diprogramkan SKPD masih dalam tahap pelelangan. “Saat ini rata-rata masih tahap lelang,” tambahnya.

Nanti setelah masuk triwulan II dan III, kata Abu Bakar serapan anggaran serta progres kegiatan capaiannya bisa terlihat. “Karena ketika pekerjaan fisik mulai berjalan, maka tentunya akan seiring dengan serapan anggaran,” katanya.

Ketua Dewan Pengawas Perusda ini pun menegaskan pihaknya tetap melakukan evaluasi realisasi anggaran setiap triwulan. “Untuk Triwulan I telah dilakukan evaluasi, karena masih minim, makanya kami pacu SKPD agar meningkatkan kinerja. Nanti evaluasi triwulan II akan kami lakukan pada Juli mendatang,” pungkasnya.

*

Click to comment
To Top