Seribu Siswa di Bone Terancam Putus Sekolah? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Seribu Siswa di Bone Terancam Putus Sekolah?

Daya Tampung SMA-SMK Cuma 11.900 Siswa, Lulusan 12.931  Siswa

PENULIS : AGUSTAPA

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Daya tampung SMA dan SMK tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP dan MTs. Sedikitnya 1.000 siswa terancam putus sekolah, jika tak melirik sekolah swasta. Minimnya daya tampung kelas pada tingkat SMA-SMK di daerah ini bakal berdampak bertambahnya angka anak putus sekolah. Betapa tidak, angka lulusan SMP-MTs tahun ini jauh lebih besar di banding kuota yang tersedia di SMA-SMK.

Berdasarkan data yang dihimpun RADAR BONE, lulusan SMP/MTs tahun ini berjumlah 12.931 siswa. Sementara daya tampung SMA sederajat hanya 11.900 siswa. Dengan demikian, bisa dipastikan ada 1.031 lulusan SMP terancam putus sekolah, jika tidak memilih sekolah swasta.

Ketua MKKS SMA Kabupaten Bone Muhammad Yunus, SPd mengatakan keadaan tersebut diperparah dengan adanya pembatasan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, dimana setiap SMA cuma bisa menerima 35 siswa per kelas. “Adanya pembatasan kuota setiap kelas, mau tidak mau sekolah negeri harus menolak siswa baru,” katanya.

Yunus mengambil contoh pada sekolahnya, yakni SMAN 1 Ponre. Meski sekolahnya tergolong baru, namun terpaksa menolak siswa baru karena sudah melebihi kuota yang diberikan Dinas Pendidikan Sulsel. “Tahun ini ada delapan siswa baru yang akan kami tolak, dari 70 kuota yang kami siapkan alias dua kelas,” katanya.
Jika ke-8 calon siswa baru tersebut ditolak, kata Yunus, dipastikan bakal menambah daftar panjang angka anak putus sekolah.

“Bahkan komite saya melarang kami untuk menolak siswa tersebut. Bahkan komite akan memperjuangkan siswa tersebut,” katanya.

Hal yang sama terjadi di SMAN 1 Ulaweng. Hampir 400 siswa yang mendaftar di SMAN 1 Ulaweng. Namun 85 diantaranya terancam ditolak karena daya tampung terbatas. “Bukan cuma SMAN 1 Ulaweng yang mengalami hal seperti ini, namun mayoritas sekolah di kecamatan mengalami hal yang sama,” ungkap Hamzah, Kepala SMAN 1 Ulaweng.

Selain SMAN 1 Ulaweng dan SMAN 1 Ponre, beberapa SMA yang ada di kecamatan menolak siswa baru, diantaranya SMAN 1 Kajuara terpaksa menolak 25 siswa dari 315 pendaftar. SMA Negeri 1 Kahu cuma menerima 420 siswa dan menolak 22 siswa. Disusul SMA Negeri 1 Mare, jumlah siswa yang diterima 360 orang dan yang ditolak 40 siswa.

Kepala SMA Negeri 1 Kahu, Muhammad Yusuf yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan siswa yang tidak terakomodir di sekolahnya diarahkan ke sekolah swasta. “Kebetulan di sini ada sekolah swasta, makanya kami arahkan ke sana untuk mendaftar,” katanya.

Situasi serupa terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang SMA/SMK melalui jalur akademik di empat sekolah, yakni SMAN 1 Watampone, SMAN 2 Watampone, SMAN 4 Watampone dan SMKN 1 Watampone. Berdasarkan data statistik PPDB Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang diumumkan, Senin, 10 Juli lalu, terdapat ratusan pendaftar tidak terakomodir.

Di SMAN 1 Watampone misalnya, pendaftarnya berjumlah 184 orang. Sedangkan kuota yang tersedia cuma 135 siswa, sehingga terdapat 49 pendaftar yang tidak diterima.
Selanjutnya, SMAN 4 Watampone, dari 245 pendaftar, cuma 190 kuota yang tersedia, sehingga ada 55 pendaftar tidak tercover.

SMKN 1 Watampone juga menolak 47 siswa. Pasalnya dari enam jurusan yang dibuka, siswa baru yang mendaftar dengan pilihan jurusan pertama sebanyak 377 siswa, sedangkan kuota yang disiapkan hanya 330 siswa.
Beda halnya dengan SMAN 2 Watampone, dari 197 kuota yang disiapkan, jumlah siswa yang mendaftar dengan pilihan pertama hanya mencapai 172 siswa, sehingga ada selisih 25 orang. Jatah lowong ini pun langsung diisi pendaftar dari SMAN 1 Watampone dan SMAN 4 Watampone yang memilih SMAN 2 Watampone sebagai sekolah pilihan kedua.

Jika ditotalkan, dari 978 siswa yang mendaftar di empat sekolah, dikurangi dengan kuota yang tersedia sebanyak 852 siswa, maka terdapat 126 siswa yang tidak tertampung.

Sekretaris Panitia PPDB MAN 1 Bone, Ahmad mengatakan calon siswa baru yang mendaftar di MAN 1 Bone juga melampaui kuota yang tersedia. Karenanya untuk menentukan siswa yang akan diterima, maka dilakukan tes tertulis. “Hasilnya, 97 siswa dinyatakan tidak lolos, dan 392 dinyatakan lolos dan resmi diterima di MAN 1 Bone,” ungkapnya.

Berdasarkan dengan data yang diperoleh di UPT Pendidikan Wilayah Bone, daya tampung SMA/SMK/MA di Bone hanya 11.900 siswa. Itu terbagi atas sekolah negeri 10.605 siswa atau 303 kelas dan sekolah swasta 1.295 siswa atau 37 kelas.

*

To Top