Setop Balap Liar! – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Setop Balap Liar!

ilustrasi

17 Titik Arena Balap Liar

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Aksi balap liar (Bali) kembali marak seiring masuknya bulan suci ramadhan. Berdasarkan pantauan RADAR BONE aksi balap liar tidak hanya terjadi di wilayah kota. Namun sejumlah titik jalan di luar kota menjadi arena aksi balap tersebut.

Setidaknya RADAR BONE mencatat ada 17 titik jalan yang menjadi arena balap liar, diantaranya di Jl Reformasi, Jl Jenderal Sudirman, Jl Ahmad Yani, Jl Reformasi, Terminal Petta Ponggawae, Kawasan Stadion Lapatau, Jl Poros Panyula, Jl Poros Bajoe dan Jl Poros Bone-Sinjai tepatnya di Kelurahan Apala. Sementara di luar kota, tersebar di Poros Ulaweng, Bengo, Lappariaja, Kahu, Bendungan Ponre-ponre, Bandara Mappolo UlawengSalomekko, Mare dan Tonra.
Salah seorang warga Ulaweng, Sudirman Hasbi berharap agar polisi juga melakukan penyisiran di titik balap liar di Ulaweng.
“Harapan semua warga tentu antisipasi dari kepolisian. Jangan sampai nanti ada korban jiwa baru ditertibkan. Ini sudah menjadi pe-ngalaman, hampir setiap tahun ada pemuda tewas akibat terlibat balapan liar,” katanya.
Selain itu kata dia, balapan liar tidak hanya terjadi di dalam kota. Namun aksi yang membahayakan pengguna jalan ini juga kerap terjadi di luar kota, seperti di jalan poros Ulaweng.
“Harus-nya memang semua polsek juga menempatkan anggotanya. Karena yang rawan itu di kecamatan. Kemudian pelaku sebagian besar anak di bawah umur,” bebernya.
Mengantisipasi banyaknya aksi balapan liar yang terjadi di daerah ini. Jajaran Polres Bone menegaskan telah melakukan upaya antisipasi dengan menyebarkan personeldi sejumlah titik rawan.
Kapolres Bone, AKBP Raspani SIK yang dikonfirmasi RADAR BONE, Senin 6 Juni kemarin mengatakan, balapan liar sudah menjadi kegiatan rutin bagi kala-ngan pemuda, khususnya di bulan ramadhan. Karenanya Raspadi menyatakan pihaknya telah me-lakukan upaya antisipasi jauh-jauh hari dengan menurunkan personel ke titik lokasi balap liar.
“Balapan liar rutin dilakukan setiap tahun. Antisipasi yang kami lakukan yakni dengan menempatkan personel di sejumlah titik yang dianggap rawan. Kemudian mengantisipasi waktu balapan,” katanya.
Selain itu, lanjut Raspani dari pemerintah daerah juga telah membentuk tim terpadu yang setiap malam melakukan patroli. Salah satunya mengantisipasi adanya tindakan yang dapat mengganggu warga yang sedang beribadah.
“Tim terpadu juga melakukan patroli setiap malam demi mengantisipasi adanya gangguan yang terjadi di bulan puasa,” jelasnya.
Raspani menambahkan, personel polisi juga ditempatkan di seluruh masjid untuk melakukan penjagaan khususnya pada waktu shalat.
“Personel juga ada yang berjaga di masjid-masjid,” tutupnya.

 

*ASKAR SYAM

 

To Top