Simak Imbauan BNNK Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Simak Imbauan BNNK Bone

Herlina SH MH

WATAMPONE, RB–Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) dewasa ini, dirasakan sudah sangat mengkhawatirkan. Sehingga orang tua dan guru harus ekstra ketat menjaga putra-putrinya dari penyalahgunaan barang haram tersebut. Fakta yang sangat memprihatinkan adalah, bahwa lebih dari 90 persen penyalahgunaan narkotika dan precursor narkotika menyasar kelompok usia produktif khususnya pelajar.

Dengan semakin maraknya peredaran narkotika dan precursor narkotika, diperkirakan jumlah penyalahguna akan meningkat dari 3,3 juta pada tahun 2008 menjadi sekira 5,1 juta di Tahun 2016-2017, apabila upaya pencegahan, penanggulangan dan pemberantasan narkotika dan precursor narkotika tidak berjalan efektif.

Maraknya penyalahgunaan obat-obat terlarang tersebut, utamanya obat-obatan yang masuk daftar G seperti tramadol, trihepxyphenedyl, obat anjing gila (istilah anak muda), penyalahgunaan obat batuk (Komix), bodrex secara berlebihan dan lem fox dikalangan remaja saat ini banyak terjadi di Kabupaten Bone.

“Peran orang tua dan keluarga dalam upaya pencegahan dan penanggulangan sangat dibutuhkan. Orang tua diharapkan rajin mengontrol kamar tidur, lemari pakaian, buku, laci putra-putrinya untuk mengetahui barang-barang yang tersimpan di dalamnya serta mengetahui teman-teman pergaulan anaknya. Jika menemukan obat-obatan medis perlu segera dipastikan apakah mereka memerlukan obat tersebut atau tidak,” ungkap Herlina SH MH, Kasi Pencegahan dan Dayamas BNNK Bone.

Orang tua lanjut Herlina, juga tidak harus malu jika mengetahui anaknya menyalahgunakan narkoba. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan masalah penyalahgunaan narkoba sulit untuk ditangani.

“Orang tua menganggap anak yang terjebak dalam penyalahgunaan narkoba adalah aib keluarga sehingga cenderung untuk menutup-nutupi masalah tersebut dan barulah dilaporkan setelah si anak sudah berada dalam kondisi yang sangat parah sehingga menyulitkan proses pengobatan,” pungkasnya.

Dengan mengetahui informasi lebih banyak tentang narkoba, mau menerima kondisi anak serta melakukan penanganan secara benar, dengan melibatkan tenaga ahli dari BNN misalnya maka orang tua dapat membantu anak memahami dan memerangi narkoba.

“Selain itu, peranan guru dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sangat penting. Pengawasan sekolah harus ditingkatkan. Termasuk intensif mensosialisasikan bahaya narkoba ke para siswa. Pihak sekolah perlu menginformasikan ke pihak yang berwajib jika ada pemakai dan pengedar zat adiktif dan psikotropika di lingkungan sekolah,” pungkasnya.

Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk setiap siswa yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar narkoba dam tak kalah penting melapor ke BNN/BNNP/BNNK untuk direhabilitasi bagi siswa yang menjadi pemakai narkoba.

Pemerintah serta elemen masyarakat perlu bersatu dalam menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba khususnya di Kabupaten Bone. Perlunya pemerintah mengeluarkan atau menetapkan regulasi yang mengatur tentang penyalahgunaan precursor narkotika dalam bentuk peraturan daerah.

Maraknya penyalahgunaan tramadol dan obat-obatan terlarang lainnya di kalangan pelajar, karena tidak adanya aturan tegas terhadap masalah ini. UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika belum mengatur secara keseluruhan utamanya penyalahgunaan obat-obatan dan bahan zat adiktif lainnya.

“Untuk menangani masalah narkoba, memang bukan masalah gampang tetapi memerlukan kerja keras dan kerjasama seluruh elemen masyarakat, orang tua, guru dan pemerintah jika ingin generasi muda bangsa ini, selamat dan nantinya memiliki masa depan yang cerah. Mulai detik ini mari kita ‘Stop Penyalahgunaan Narkoba’.

*ASKAR SYAM

To Top