Simulasi Penanganan Konflik Sosial di Lapangan Merdeka, Ketika Berita Hoaks Membawa Petaka – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Simulasi Penanganan Konflik Sosial di Lapangan Merdeka, Ketika Berita Hoaks Membawa Petaka

Massa membakar rumah pelaku pembunuhan. Ini adalah salah satu adegan dalam kegiatan simulasi penanganan konflik sosial yang dilaksanakan Badan Kesbangpol di Lapangan Merdeka, kemarin.

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID–Kabar pembunuhan tanpa penahanan si pelaku dengan cepat tersebar melalui media sosial. Pihak keluarga korban pun tersulut emosi. Bersama warga lalu mendatangi rumah pelaku dan membakarnya.

Massa yang sudah beringas tak mampu dikendalikan oleh aparat keamanan. Meskipun mereka sudah dicegah, tapi tetap saja ngotot.
Massa tidak terima pelaku pembunuhan bebas berkeliaran tanpa ditahan.

Tembakan peringatan diberikan petugas untuk membubarkan massa. Tapi sayang, massa tetap membakar rumah pelaku.
Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi pun turun tangan menenangkan massa. Kepada massa, bupati menegaskan, bahwa pelaku sudah ditahan.

“Pelaku tersebut akan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Penegak hukum akan proses pelaku sesuai dengan peraturan, Insya Allah pelaku akan diproses. Dan pelaku sudah ditahan sekarang, berita yang tersebar itu adalah berita hoax dan itu tidak boleh dipercaya. Karena pelaku sudah ditahan dan sekarang sementara dalam proses hukum,” kata Bupati.
Usai ditenangkan bupati, massa pun berangsur-angsur membubarkan diri. Adapun rumah pelaku yang terlanjur dibakar massa. Bupati menyatakan akan ditanggung pemerintah daerah. Rentetan kasus di atas adalah kegiatan simulasi penanganan konflik sosial yang digagas Badan Kesbangpol Kabupaten Bone bekerjasama stakeholder terkait. Kegiatan ini digelar Lapangan Merdeka, Selasa, 27 November kemarin dihadiri

Direktur Kewaspadaan Nasional Kementerian Dalam Negeri, Akbar Ali. Akbar Ali sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Akbar Ali mengatakan selama dirinya menjabat Direktur Kewaspadaan Nasional Kementerian Dalam Negeri baru di Bone dilaksanakan simulasi seperti ini dari 548 kabupaten yang ada di Indonesia.

“Semoga ini bisa menjadi contoh di kabupaten lain, untuk penanganan konflik sosial. Dimana konflik sosial ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi. Jika ini terjadi, kemudian dilibatkan seluruh stakeholder. Mulai dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas dalam hal ini Forkopimda. Maka tentu dalam penanganan konflik akan mudah diselesaikan dengan baik. Saya salut melihat program ini, Pemerintah Kabupaten Bone turut langsung ikut menangani persoalan tersebut,” kata Akbar Ali.

Akbar menambahkan sistem pengamanan seperti ini berjalan, maka investor tidak akan takut masuk di daerah ini. Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi meminta kepada seluruh stakeholder agar menjalin kerja sama yang baik dalam penanganan konplik sosial. “Kita harus siap siaga menghadapi masalah, ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, maka cepat diselesaikan,” jelasnya. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top