Siswa Berprestasi, Kompetensi Guru di Bone Malah Jeblok – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Siswa Berprestasi, Kompetensi Guru di Bone Malah Jeblok

ilustrasi

Hasil UKG 2015, Bone Urutan ke-18

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kompetensi guru di daerah ini terbilang masih rendah. Ini dibuktikan hasil uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 yang menempatkan Bone berada di urutan ke-18 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Prestasi Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Bone dari tahun ke tahun mengalami kemajuan. Bahkan, untuk tingkat SMA menempati posisi pertama dua tahun berturut-turut di Sulsel. Prestasi cemerlang juga diperlihatkan siswa SMP sederajat yang bertengger urutan teratas hasil UN tahun lalu, dan hasil UASBN SD berada di peringkat ketiga di Sulsel. Atau naik dua peringkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima.

Nah bagaimana dengan prestasi gurunya melalui uji kompetensi guru (UKG). Ternyata hasil UN yang cemerlang tidak berbanding lurus dengan hasil UKG tahun 2015. Berdasarkan neraca pendidikan daerah Provinsi Sulsel tahun 2015 yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai rata-rata hasil UKG di Kabupaten Bone menempati urutan ke-18 dari 24 kabupaten atau kota di Sulawesi Selatan.

Rata-rata nilai uji kompetensi guru di daerah ini hanya mencapai 51,58. Untuk posisi tertinggi diraih Kota Parepare dengan nilai rata-rata UKG 55,46. Disusul Makassar di urutan ke-2 dengan nilai rata-rata UKG 55,24 dan urutan ketiga ditempati Enrekang dengan nilai rata-rata UKG 55,09.

Rendah hasilnya hasil UKG tersebut menuai sorotan dari berbagai kalangan. Praktisi Sosial, Rahman Arif menilai, perlunya inovasi meningkatkan kompetensi guru. Menurutnya, guru harus didorong untuk menjadi solusi dari masalah, bukan menjadi bagian dari masalah pendidikan. Kedua, peningkatan kompetensi guru harus berupa gerakan, bukan program.

“Guru harus digerakkan untuk meningkatkan kemampuannya sendiri baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri, sehingga kompetensinya tidak rendah seperti hasil UKG 2015,” jelasnya. Kalangan DPRD Bone juga angkat bicara soal ini.

Anggota Komisi IV DPRD Bone, Muh Ramli menilai disdik harus punya komitmen kuat meningkatkan mutu guru dan pendidikan. “Karena kualitas peserta didik sangat tergantung mutu guru. Bila mutu guru baik, maka mutu pendidikan akan baik pula,” pungkasnya.

Akademisi, Ali Anas SSos, MSi menilai hasil UN yang cemerlang idealnya berbanding lurus dengan hasil UKG. “Kasus ini harusnya membuat guru kita tersindir betapa tidak prestasi murid tidak seimbang dengan standar prestasi guru,” ungkap Ali Anas.

Karenanya, Ali Anas berharap hal ini patut menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs Nursalam, MPd yang dikonfirmasi RADAR BONE, Kamis, 8 Juni lalu mengatakan prestasi UN di Bone meningkat karena siswa dapat belajar tanpa dibimbing langsung oleh guru. Salah satunya mengakses internet. “Jadi saya rasa prestasi UN di Bone mengalami kemajuan bukan hanya dari peran serta guru, melainkan peran dari berbagai hal,” paparnya.

Hasil UKG yang menempatkan Bone berada di urutan ke-18, kata Nursalam tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai kompetensi guru di Bone rendah. Pasalnya di dalam neraca itu yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tidak menggambarkan secara keseluruhan guru yang ada di Bone. Hasil UKG tidak menggambarkan hasil perorangan. “Kalau mau melihat secara person, guru-guru kita di Bone banyak yang tinggi UKG-nya,” beber Nursalam.

Berdasarkan hasil UKG, sambung Nursalam nilai tertinggi UKG pada mata pelajaran PKn diraih salah satu guru SMPN 4 Awangpone bernama Wahid Baide. Bahkan, atas prestasinya itu, Wahida Baide mendapat penghargaan dari Kemendikbud untuk jalan-jalan ke Islandia Baru. “Jadi kalau berdasarkan dengan rata-rata memang kita berada di posisi ke-18 di Sulsel. Namun secara person, tidak semua guru nilai UKG-nya rendah,” tegasnya.

*

Click to comment
To Top