Siswa SMA Negeri 1 Dua Boccoe Dijemur Berjamaah? 20 Siswa Tumbang, Satu Dirujuk ke Rumah Sakit – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Siswa SMA Negeri 1 Dua Boccoe Dijemur Berjamaah? 20 Siswa Tumbang, Satu Dirujuk ke Rumah Sakit

PENULIS : ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Siswa SMA Negeri 1 Boccoe dijemur berjamaah di lapangan. Sanksi itu diberikan pihak sekolah karena berbagai pelanggaran yang dilakukan, mulai dari seragam yang tak lengkap
hingga terlambat ikut upacara.

Upacara penaikan bendera yang dilaksanakan di halaman SMA Negeri 1 Dua Boccoe (sekarang SMAN 24 Bone), Senin, 16 Oktober lalu diwarnai aksi jemur siswa. Bagi siswa yang tidak mengenakan seragam dan atribut lengkap diberi sanksi. Demikian pula dengan siswa yang terlambat ikut upacara.

Informasi yang diperoleh RADAR BONE, puluhan siswa mendapat sanksi dijemur berjamaah di bawah terik matahari. Sekira 20 siswa pun tumbang (pingsan) karena tak sanggup dijemur selama dua jam. Dari 20-an siswa yang tumbang itu, dua orang dilarikan ke puskesmas karena kondisinya sudah lemas.

Bahkan, satu diantaranya terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Salah satu siswa yang dilarikan ke rumah sakit karena dijemur berjamaah, Mulfiani menuturkan ini merupakan sanksi jemur berjamaah paling lama yang pernah diberikan pihak sekolah.

“Ini pertama kalinya kami dihukum seperti itu dari guru kami dengan dijemur selama dua jam hingga pingsan, sehingga saya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat bersama dengan satu orang siswa kelas X atas nama Eka Rahayu,” ungkap siswi kelas XII IPS 2 itu.

Lebih jauh Mulfiani membeberkan, dirinya ikut tumbang karena penyakit lambungnya kambuh. “Penyakit lambung yang selama ini saya derita kembali kambuh. Karena pihak puskesmas tidak sanggup merawat saya, saya pun dirujuk di ke rumah sakit Tentara, sementara siswa yang satunya sudah dipulangkan ke rumahnya,” tambah Mulfiani saat ditemui RADAR BONE, Selasa, 17 Oktober kemarin.

Meski siswa sudah jatuh pingsan, pihak sekolah tak mengantar siswa ke puskesmas. Siswa hanya diantar oleh rekan-rekannya.

“Waktu saya dibawa ke puskesmas tidak ada guru yang antar ke sana, saya cuma diantar teman. Setelah sampai di puskesmas, baru guru datang karena dipanggil sama dokter,” papar Mulfiani.

Orang tua Mulfiani, Murham menambahkan putrinya belum sepenuhnya pulih pasca dilarikan ke rumah sakit dua pekan lalu, karena penyakit lambung yang diderita.

“Memang anak saya baru keluar dari sini (RSU M Yasin) sekira dua minggu lalu, karena memang dia sudah lama menderita penyakit lambung,” katanya.

Kepala Puskesmas Dua Boccoe, dr Irmayani yang dihubungi RADAR BONE, malam tadi, membenarkan adanya dua siswa SMAN 1 Dua Boccoe yang sempat dirawat di puskesmas. “Informasi dari petugas kami, memang ada dua yang dirawat. Satu atas nama Eka sudah dipulangkan pada hari itu. Kemudian pasien atas nama Mulfiani dirujuk ke rumah sakit pukul 13.00 Wita,” kata Irmayani.

Terkhusus Mulfiani, kata Irmayani, dirujuk karena waktu masuk mengalami muntah-muntah sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut. Kemudian Eka Rahayu, meski awalnya dibantu pernafasan, namun setelah ditangani cepat pulih, sehingga diperbolehkan pulang.

Kepala SMA Negeri 1 Dua Boccoe, Muhammad Idris yang dikonfirmasi RADAR BONE melalui sambungan telepon, Selasa, 17 Oktober kemarin, membantah adanya sanksi jemur berjamaah bagi siswa yang tidak berseragam lengkap dan terlambat ikut upacara.

“Memang banyak selalu pingsan di sana (SMAN 1 Dua Boccoe), namun itu bukan karena dihukum, apalagi pelaksanaan upacara di sana tidak sampai dua jam,” jelas Idris.

Menurut Idris, bagi siswa yang tidak berseragam lengkap dan terlambat upacara hanya dipisahkan barisannya. Mereka diberi barisan khusus, tapi setelah selesai upacara, mereka pun dibubarkan.
Terkhusus Mulfiani, siswa yang dilarikan ke rumah sakit karena jatuh pingsan, diakui Idris siswa itu memang memiliki riwayat penyakit lambung. “Memang siswa yang masuk rumah sakit itu memiliki penyakit sehingga dia masuk rumah sakit lagi, “ jelasnya.

Diketahui, jumlah siswa SMA Negeri 1 Dua Boccoe berkisar 500 orang. Sementara siswa yang disanksi jemur berjamaah dikabarkan sekira 100 siswa.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top