Soal 12 Pelajar Positif Konsumsi Obat Keras, BNNK Panggil Orang Tua Siswa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Soal 12 Pelajar Positif Konsumsi Obat Keras, BNNK Panggil Orang Tua Siswa

Sosialisasi Narkotika yang digelar BNNK Bone beberapa waktu lalu, melalui kasi Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat BNNK Bone.

PENULIS : ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONEBadan Narkotika Nasional Kabupaten Bone segera memanggil orang tua 12 siswa yang ditemukan positif mengkonsumi obat keras tanpa resep dokter.

Kasi pemberantasan BNNK Bone, Kompol Subagyo mengatakan pemanggilan terhadap orang tua siswa penikmat obat dilakukan untuk mencegah terulangnya perbuatan yang sama.

“Dalam kegiatan yang kami lakukan ini, pihak sekolah sangat mendukung, karena ini demi kebaikan sekolah dan selanjutnya juga akan kami panggil orang tuanya untuk diberitahukan agar melakukan pengawasan terhadap anaknya sehingga tidak diulangi lagi,” kata Subagyo saat dikonfirmasi RADAR BONE, Jumat 13 Oktober lalu.

12 siswa yang positif konsumsi obat keras ini ditemukan BNNK Bone dalam razia yang dilakukan di sekolah.
Dari hasil tes urine yang digelar, terungkap 12 siswa yang terindikasi positif telah mengkonsumsi obat daftar G jenis Tramadol.

Tes urine yang dilaksanakan, Jumat, 6 Oktober lalu itu menyisir dua sekolah, yakni di SMA Negeri 5 Watampone (Kini SMAN 7 Bone) ditemukan lima siswa positif mengkonsumsi obat, diantaranya Muhammad Khaidir, Muhammad Tahir, Muhammad Aswar, Arif Srimaika dan Safitrah Rahman. Kemudian di SMA PGRI Bone, yakni Asmar, Andi Arisanto, Resi Hasan Basri, Rahmat dan Rio Arlian Awal Putra.

Siswa yang tercatat positif konsumsi obat selanjutnya diserahkan ke guru BK masing-masing untuk dibina agar tidak mengulangi perbuatannya. “Dengan adanya temuan itu, kami serahkan kepada guru BK masing-masing sekolah untuk membina mereka yang telah terjerumus menggunakan obat daftar G itu,” jelasnya.

Kepala SMA Negeri 7 Bone, Drs Abdul Salam Basir mengatakan pasca terungkapnya siswa di sekolahnya positif konsumsi obat keras, pihaknya terus berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk mengecek perkembangan sang siswa.

“Kami tetap koordinasi dengan orang tuanya agar mereka mengawasinya dan mencegah mengkonsumsi obat. Untuk mencegah adanya lagi siswa yang menggunakan obat, kami bentuk tim satgas yang selalu memberikan sosialisasi terhadap bahaya menggunakan obat-obatan,” bebernya.
*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top