Soal Dugaan Penggelapan Uang Pelanggan PDAM Kejaksaan Mulai Telusuri – Radar Bone

Radar Bone

Berita Utama

Soal Dugaan Penggelapan Uang Pelanggan PDAM Kejaksaan Mulai Telusuri

WATAMPONE, RB–Pihak Kejaksaan Negeri Watampone mulai menindaklanjuti laporan manajemen PDAM Bone terkait dugaan penggelapan dana pelanggan oleh oknum karyawan.
Kejaksaan telah mendapat laporan, bahwa oknum karyawan yang bertugas di PDAM Unit Biru tak menyetor uang pelanggan sebesar Rp600 juta. Untuk memastikan penggelapan dana pelanggan baru PDAM Bone tersebut, kejaksaan telah menurunkan intelijen untuk melakukan penelusuran.
Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Watampone, Abd Malik saat dihubungi RADAR BONE, Senin 15 Februari kemarin.
“Ada memang yang ditangani di wilayah Biru. Oknum pegawai diduga bermain dengan mengambil uang dari pelanggan baru sebesar Rp600 juta kemudian tidak disetor ke kas kantor pusat PDAM. Bagian intelijen sudah bergerak untuk mengumpulkan data terkait kasus ini,” katanya.
Abd Malik menambahkan, kasus ini sementara dalam tahap penyelidikan dan jika datanya sudah lengkap maka akan segera ditingkatkan ke penyidikan.
“Sementara dalam penyelidikan dan akan segera ditingkatkan ke penyidikan,” jelas Malik.
Informasi yang diperoleh dari PDAM Bone, menyebutkan AN, adalah kasir Unit Biru yang diangkat pada tahun 2009 menjadi kasir 18 Unit PDAM.
Hasil penelusuran pengawas internal menemukan dalam kurun waktu 2010-2015, pembayaran rekening air sebesar Rp30 juta perbulan, ternyata tak disetor seluruhnya ke kas PDAM. Melainkan yang bersangkutan hanya menyetor Rp6 juta rupiah. Karenanya kerugian yang dialami PDAM ditaksir Rp600 juta.

To Top