-Soal Rasionalisasi PNS Pemkab Akui Kekurangan Pegawai – Radar Bone

Radar Bone

Berita Utama

-Soal Rasionalisasi PNS Pemkab Akui Kekurangan Pegawai

WATAMPONE, RB–Pemerintah pusat berupaya menekan belanja pegawai 33,8%. Hanya saja, apa yang dilakukan pemerintah pusat tersebut tidak sebanding dengan apa yang dilakukan pemerintah daerah.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yuddy Chrisnandi menyebutkan, masih ada 134 daerah yang belanja pegawainya di APBD mencapai di atas 50%. Tidak sedikit pula di atas 70%. “Ini yang harus kita tekan untuk meningkatkan pembangunan daerah,” ungkap Yuddy seperti dilansir Fajar.co.id beberapa waktu lalu.
Karenanya, daerah yang over belanja pegawainya, menurut Yuddy akan menjadi sasaran utama program rasionalisasi PNS.
Kepala BKDD Bone, A Islamuddin yang dikonfirmasi terkait rasionalisasi PNS tersebut. mengaku jika hingga hari ini pihaknya belum menerima petunjuk teknis (Juknis) secara resmi terkait kebijakan tersebut.
“Hingga kini belum ada juknis yang kami terima,” terangnya.
Lebih lanjut Islamuddin mengakui adanya sejumlah pegawai berlatarbelakang pendidikan SD dan SMP.
“Memang ada pegawai lulusan SD dan SMP tetapi tenaga mereka kami butuhkan untuk tugas-tugas sesuai kapasitasnya seperti antar surat,” ungkapnya.
Mengenai jumlah pegawai, Islamuddin malah mengungkapkan jika Kabupaten Bone masih kekurangan PNS. “Kami masih kekurangan PNS terutama untuk guru, tenaga kesehatan dan juga tenaga penyuluh,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu.
Dari catatan Badan kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Bone, jumlah PNS yang mengabdi di Pemkab Bone mencapai 11.093 orang terdiri dari dari Golongan IV 4.428 orang, Golongan III 4.335. Golongan II 2.234 dan Golongan I sebanyak 96. Diantara pegawai itu terdapat 51 orang tamatan SD 51 orang, dan 105 orang tamatan SMP sederajat.
Sementara untuk belanja pegawai, setiap bulannya, Pemkab Bone mengalokasikan dana sekira Rp48 miliar. Angka ini terbilang besar dan memenuhi syarat untuk dirasionalisasi.

rosdianasulja/usmansommeng

To Top