Sopir Terancam 6 Tahun, Korban Terima Santunan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sopir Terancam 6 Tahun, Korban Terima Santunan

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi saat meninjau TKP tragedi pasar malam, Minggu malam, 13 November lalu.

Pasca Tragedi Pasar Malam

PENULIS  : BAHARUDDIN -ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Sopir bus AKAP Cahaya Ujung, Haryono (30) terancam pidana penjara maksimal enam tahun. Pria asal Kelurahan Tumpas Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara itu harus melewati hari-harinya di balik jeruji besi setelah menyeruduk PKL di Pasar Malam. Jl Mesjid Raya Watampone, Minggu 13 November lalu sekira pukul 20.30 Wita.
Kanit Laka Polres Bone, Ipda Siswadi mengatakan atas kejadian tersebut, tersangka dijerat pasal 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.

“Hukuman pidana maksimal 6 tahun dan denda Rp12 juta,” ujar Siswadi kepada RADAR BONE, Senin 14 November kemarin.
Lebih jauh Siswadi meng-ungkapkan, dalam kecelakaan bus jenis Mitsubishi FE Nomor Polisi DD 7754 AZ tersebut, selain menewaskan korban Sulpiani Binti H Abd Rasyid (30) juga terdapat korban luka, yakni A Suryati Binti Petta Rebba (35) warga Jl Sungai Barito yang mengalami luka patah terbuka pada betis kanan, punggung kaki kiri dan kini dirawat di RSUD Tenriawaru Watampone.

Korban luka lainnya adalah Nurqafillah Binti H Zainuddin Umar (27) warga Jl Lanto Daeng Pasewang mengalami luka bengkak pada kepala bagian belakang, lecet pada leher dan dirawat di RS Hapsah.
“Adapun barang bukti dan tersangka sudah diamankan di Mapolres Bone,” tutur Siswadi.
Sementara itu pihak PT Jasa Raharja Cabang Watampone telah menyerahkan santunan kepada keempat korban, yakni korban tewas Sulpiani mendapat santunan sebesar Rp25 juta.

“Santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp25 juta langsung ditransferkan ke reknening Ahli Warisnya yang bernama Irwan Halid,” tutur Akbar, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bone.
Kemudian, bagi korban luka, kata Akbar juga sudah diberikan jaminan biaya pengobatan di dua rumah sakit, yaitu RSUD Tenriawaru dan RS Hapsah de-ngan nominal biaya perawatan maksimal Rp10 juta.
Adapun korban luka yang menerima biaya pengobatan, yakni Andi Suriaty (RSUD Tenriawaru), Nurqafillah binti H Sainuddin dan Muh Padil bin Supriadi (RS Hapsah).

 

To Top