Status Petahana Untungkan Fahsar-Ambo Dalle – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Status Petahana Untungkan Fahsar-Ambo Dalle

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Praktisi Politik, Rahman Arif menilai tidak sulit menakar pemenang di Pilkada Bone. Itu karena peta kekuatan calon sudah sering diuji dan dikaji. Menurut Rahman, pasangan petahana terlalu kuat untuk dikalahkan di Pilkada Bone. Pasalnya, pasangan ini memiliki infrastruktur politik yang solid serta tersebar merata di seluruh kecamatan hingga TPS.

“Apalagi saya lihat mereka sudah bekerja efektif sejak jauh hari,” pungkasnya. Posisi Tafa’dal sebagai incumbent lanjut dia, juga menguntungkan bagi kandidat petahana. Besarnya peluang Fahsar-Ambo Dalle terpilih kembali kata Rahman, tidak bisa dilepaskan dari keuntungan yang didapat oleh kepala daerah, baik keuntungan langsung maupun tidak langsung.

Keuntungan langsung yang didapat oleh kepala daerah yang tengah menjabat adalah dalam bentuk popularitas. “Kepala daerah kemungkinan adalah orang yang paling dikenal oleh pemilih. Sementara keuntungan tidak langsung didapat oleh kepala daerah incumbent dari aktivitasnya sebagai kepala daerah. Kunjungan ke daerah, mengunjungi rumah masyarakat hingga meresmikan sebuah proyek pembangunan dapat dibungkus sebagai kampanye untuk mengenalkan diri kepada masyarakat,” analisa Rahman.

Peneliti Senior Lembaga Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaribi punya pandangan lain terkait sistem perpolitikan di Bone jelang pilkada. Satu catatan penting yang perlu diwaspadai kata Adjie, yakni adanya skenario melawan kotak kosong. Dimana pasangan yang akan bertarung berusaha merebut rekomendasi seluruh parpol pengusung.

“Di luar sisi hukum dan aturan lainnya yang kini membolehkan pasangan calon tunggal, ada ironi demokrasi yang mengemuka dari fenomena ini. Ironi itu ialah masih abainya peran partai politik dalam menyediakan kanal yang kompetitif dalam pemilihan kepala daerah,” ujarnya kepada RADAR BONE via seluler beberapa hari lalu.

Dalam jangka panjang, fenomena ini harusnya dievaluasi seluruh partai politik. Pilkada lanjut dia, tidak semata-mata urusan prosedural dan instrumental, tetapi juga harus menguatkan aspek substansialnya.

“Pasangan lebih dari satu membuat adu konsep, adu gagasan, ruang dialektika, dan juga akan menghadirkan banyak sekali panggung yang menguji kapasitas dan kapabilitas calon pemimpin daerah,” terangnya.

Terpisah, Komisioner KPU Sulsel yang membidangi Divisi Teknis, Misnawati Attas mengatakan, merujuk ke Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pemilihan dengan satu pasang calon dapat dilaksanakan dengan beberapa syarat. Salah satunya apabila setelah dilakukan penundaan dan sampai dengan berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran, hanya terdapat satu pasangan calon yang mendaftar.

*

Click to comment
To Top