Sulsel II Dapil ‘Neraka’. Berikut Analisanya – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sulsel II Dapil ‘Neraka’. Berikut Analisanya

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II menjadi area pertarungan ‘Neraka’ bagi para calon anggota DPR RI yang maju di Pemilu Legislatif 2019. Di dapil ini, para petahana harus bersaing dengan istri kepala daerah dan mantan kepala daerah.

Dari Daftar Calon Sementara (DCS) yang dikutip di situs resmi KPU RI, para petahana yang masih akan bertarung di dapil II yakni, Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra), Samsu Niang (PDIP), Andi Rio Idris Padjalangi (Golkar), Syamsul Bachri (Golkar), Akbar Faizal (NasDem), Akmal Pasluddin (PKS), Andi Jamaro Dulung (eks PPP yang hijrah ke PKB), Andi Yuliani Paris (PAN) dan Nasyit Umar (Demokrat).

Para petahana ini harus menghadapi para mantan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Selain itu, juga ada nama istri kepala daerah dan istri mantan kepala daerah.  Antara lain, Syahrul Yasin Limpo (NasDem/mantan gubernur Sulsel), Andi Rudiyanto Asapa (Gerindra/mantan bupati Sinjai), Andi Citta Mariogi (PDIP/Istri mantan Bupati Barru), Erna Rasyid Taufan (Golkar/istri Wali Kota Parepare), Rismayani (Golkar/istri bupati Pangkep), Sitti Maryam (NasDem/istri bupati Wajo terpilih), Andi Said Pabokori (Berkarya/mantan Wakil Bupati Bone) dan Supriansa (Golkar/mantan Wakil Bupati Soppeng).

Sementara itu, ada juga yang tercatat sebagai bacaleg, meski saat ini masih aktif sebagai wakil kepala daerah, yakni Wakil Wali Kota Parepare Achmad Faisal Andi Sapada (NasDem) dan Supriansa, Wakil Bupati Soppeng (Golkar). Nama lainnya yang sangat tenar adalah Aziz Qahhar Mudzakkar, mantan anggota DPD tiga periode yang maju melalui PAN dan A Yagkin Padjalangi yang membidik siap menggeser Samsu Niang di PDIP.

Praktisi politik, Rahman Arif menilai, akan terjadi pertarungan sengit antar figur-figur potensial. Ia menilai majunya kepala daerah dan mantan kepala daerah, menjadi ancaman serius bagi petahana.

“Mereka (Kepala daerah dan mantan kepala daerah), memiki basis massa yang rill. Mereka masih memiliki kekuatan untuk mengendalikan suara pemilih,” ungkapnya.

Olehnya itu, kehadiran keluarga kepala daerah di manapun dalam kontestasi pemilu, adalah sebuah ancaman yang sangat serius bagi peluang petahana untuk kembali terpilih..

“Nampaknya pada pemilu legislatif 2019 kedepan, Dapil Sulsel II, (Meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Kota Parepare, Barru, Kepulauan Pangkep dan Maros) manjadi primadona bagi figur-figur caleg dari berbagai partai politik,” kata dia.

Nama-nama tokoh-tokoh politik Sulsel hadir di Dapil Sulsel 2 tersebut. Bahkan beberapa kandidat gubernur Sulsel yang kalah pun ikut bertarung di dapil tersebut.

“Bukan hanya tokoh besar seperti SYL dan Akbar Faisal dari Nasdem, didapil ini ada juga Aziz Qahhar Muzakkar dari PAN yang dikenal memiliki basis yang sangat kuat,” terangnya.

Meskipun begitu, lanjut Arif, dengan kuota kursi untuk DPR RI di Dapil Sulsel 2 tersebut akan terbagi secara merata. Apalagi hampir pasti kekuatan yang dimiliki para caleg hampir sama.

“Menurut saya, proyeksi 8 kursi di dapil itu akan terbagi merata diantara para tokoh Sulsel tersebut, karena parpolnya rata-rata telah diprediksi akan melampaui ambang batas parlemen. Dan itu bagus,” tandasnya.
Salah satu calon Anggota DPR RI, HAM Yagkin Padjalangi mengaku sengaja maju menjadi caleg di DPR RI melalui PDIP.

Dia menyebutkan rencana niatnya maju caleg DPR RI untuk mencari suasana baru usai mengabdi 15 tahun di DPRD Sulsel. Sebelumnya, A Yagkin M Padjalangi berencana maju Caleg DPRI RI melalui partai Golkar Dapil II Sulsel.
Namun di tengah perjalanan, A Yagkin menyatakan mundur dari partainya dan memilih hijrah ke PDI Perjuangan.
Santer beredar, Yagkin tak diakomodasi partainya lantaran sejumlah nama besar juga maju caleg DPR RI Sulsel II melalui Golkar.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top