Sungguh Miris, Stadion Megah, Prestasi Persibone Malah Terpuruk – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sungguh Miris, Stadion Megah, Prestasi Persibone Malah Terpuruk

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Fasilitas Olahraga di Kabupaten Bone tergolong yang terbaik di Sulsel setelah Makassar. Bahkan, Stadion Lapatau masuk salah satu stadion terbaik yang ada di Sulsel dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya. Hanya saja, kemegahan stadion dan fasilitas yang lengkap, tak diimbangi dengan prestasi olahraga yang membanggakan. Persibone, klub sepakbola kebanggaan Masyarakat Arung Palakka bahkan menjadi bulan-bulanan di Liga 3.

Persibone harus mengakhiri kiprahnya pada putaran pertama Liga 3 di Sidrap tanpa satupun kemenangan diraih.

Kekalahan ketiga Laskar Arung Palakka saat bersua Perssin Sinjai dengan skor tipis 1-0, menjadi kekalahan yang menyakitkan.

Atas kekalahan ini Persibone berada posisi buncit tanpa mendapat satu poin di klasemen grup B, sedangkan Perssin Sinjai berhasil mengamanakan satu tiket tersisa dalam grup ini.

Gugurnya Bone pada kompetisi Liga 3, tidak terlepas tampil buruknya penampilan anak asuh Syamsul Rijal. Dimana hanya mampu mencetak 2 gol, dan kebobolan 9 gol.

Dua laga juga dilalui dengan kekalahan telak saat melawan Bank Sulselbar dengan skor 3-1, dan berhadapan dengan tuan rumah Nene Mallomo, Bone digilas 1-5.

Kegagalan Persibone bersaing di Liga 3 menambah deretan catatan buruk pada kompetisi resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Tampil buruknya Bone di ajang bergengsi ini memunculkan berbagai spekulasi yang berkembang terhadap kepengurusan Persibone dan PSSI saat ini.

Pasalnya, sebelum berlaga di kompetisi resmi Liga 3, Persibone juga meraih catatan buruk saat tampil dikualifikasi Pra Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 lalu. Persibo gugur di babak kualifikasi dan harus mengubur impian berlaga di Porda kala itu.

Wakil Ketua Askab PSSI Bone, A Supariadi mengatakan, Persibone harusnya menjadi klub yang mandiri dan tidak bergantung lagi dengan Askab PSSI.

“Namun faktanya saat ini, Persibone masih bernaung penuh dengan Askab termasuk penganggarannya masih ditanggung dari APBD kabupaten,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut Persibone hanya satu-satunya klub di Indonesia yang masih bergantung dengan Askab.

“Mungkin satu-satunya klub sepakbola yang masih bergantung dengan Askab, padahal seharusnya sudah mandiri dan mengandalkan sponsor. Pengurus Persibone harusnya kreatif mencari sponsor, jangan bergantung terus dengan Askab PSSI,” ujarnya.

Ia juga melihat, faktor lain yang membuat Persibone jeblok di Liga 3 tahun ini, lantaran banyak pemain muda yang dilibatkan dan minim jam terbang.

“Hanya sedikit pemain senior yang tergabung di tim. Sebenarnya Bone, tidak miskin pemain hebat. Justru banyak talenta, banyak pemain jago di kecamatan-kecamatan. Tapi pemain yang sudah merasa jago itu jual mahal. Belum bermain saja sudah minta bayaran tinggi. Mereka tidak sadar, mengharumkan nama daerah lebih penting ketimbang pribadi mereka,” kritiknya.

Kedepan lanjut Supariadi, Askab PSSI pembinaan sepakbola khususnya usia muda harus lebih ditingkatkan. Ia juga mengaku tengah merekrut pemain muda untuk mengikuti program pelatihan jangka panjang yang nantinya disiapkan untuk berlaga di Porprov Sinjai Tahun 2020 nantinya.

“Program PSSI sekarang adalah pembinaan jangka panjang pemain muda agar Bone lebih siap menghadapi Porprov Sinjai,” pungkasnya.

Ketua KONI Bone, A Haedar turut angkat bicara terkait melorotnya prestasi sepakbola Kabupaten Bone. Ia menegaskan, Persibone harus bangkit.

“Pembinaan menjadi hal wajib dan mutlak dilakukan. Banyak talenta-talenta muda di daerah ini 1yang saya kira harus kita perhatikan. Olehnya itu, penjaringan pemain sepakbola berbakat harus menjadi fokus kedepan,” tukasnya.

Haedar juga mengaku, anggaran KONI mencapai Rp1 miliar. Itupun lanjut Haedar hanya 70 persen yang dialokasikan ke seluruh cabang olahraga. “Itu sudah termasuk didalamnya, anggaran untuk Persibone,” tukasnya.

Anggota DPRD Bone, A Heryanto Bausad melihat adanya kelemahan dalam hal pembinaan pemain.

“Memang harus profesional dalam segala hal. Terutama seleksi pemain,” ungkapnya kepada RADAR BONE kemarin.

Ia juga mendesak PSSI untuk berbenah. Kabupaten Bone lanjut dia, harus menjadi kekuatan sepakbola yang diperhitungkan di Sulsel.

“Fasilitas olahraga kita termasuk salah satu yang terbaik di Sulsel. Harusnya ini harus diimbangi juga dengan prestasi,” tukasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top