Supir Tangki Ditangkap Saat Jual Premium Bersubsidi ke Pengecer. Ini Tanggapan Pertamina – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Supir Tangki Ditangkap Saat Jual Premium Bersubsidi ke Pengecer. Ini Tanggapan Pertamina

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–PT Pertamina Persero angkat bicara terkait penangkapan supir mobil tangki yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium oleh polisi di Tanah Batue, Kecamatan Libureng, Selasa 19 November kemarin.

Pihak Pertamina melalui unit manager communication dan CSR Marketing Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk memproses hukum oknum supir yang telah menjual premium bersubsidi ke pengecer.

Ia juga menegaskan jika mobil tangki yang ditahan milik PT Elnusa Petrofin. “Itu pengelola mobil tangki di Makassar. Tim dari Elnusa Petrofin sedang berlomunikasi dengan aparat untuk meminta pelepasan mobil tangki yang ditahan sebagai barang bukti. Terhadap awak (Supir) mobil, dipersilahkan untuk diproses secara hukum,” ujar Hatim.

Diberitakan sebelumnya, polisi berhasil mengamankan truk tangki milik PT Elnusa saat memasok BBM bersubsidi ke pengecer di Wilayah Tana Batue Kecamatan Libureng, Selasa dinihari, 19 November kemarin.

Kanit Ekonomi Polres Bone, Ipda Doddie Ramaputra mengaku, supir truk tangki diamankan saat memindahkan isi BBM ke dalam jerigen. “Kita amankan SA (36 thn) supir tangki milik PT Elnusa Makassar, dan pembeli yakni SN (45 thn) warga Tana Batue yang diduga membeli langsung BBM melalui mobil tangki itu,” bebernya.

Doddie mengaku, pihaknya mendapat laporan dari warga yang curiga melihat adanya mobil tangki Pertamina dengan Nomor Polisi B 9730 SFU, sedang parkir dipekarangan warga. “Kita curigai mobil itu sedang membongkar isi bbm dalam tangki dimana praktek itu, tidak sesuai dengan prosedur oleh Pertamina. Setelah kita cek, ternyata benar, oknum yang kita amankan ini, sedang menimba isi tangki jenis premium,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka akan dikenakan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Adapun ancaman hukumannya, yakni hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar

Kapolsek Libureng, AKP Hajriadi membenarkan adanya penangkapan terhadap supir truk yang menjual BBM bersubsidi ke penadah di wilayah Tana Batue.
“Barang bukti yang diamankan berupa satu unit mobil tangki pertamina. Barang buktinya masih dititip di Polsek Libureng. Sementara pelaku yang diamankan (Supir dan penadah) telah dibawa ke Polres Bone,” tukasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top