Tahun Politik, Dana Bansos di Bone Meroket – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tahun Politik, Dana Bansos di Bone Meroket

Fraksi Kritik Komposisi Belanja di RAPBD-P 2018

RADARBONE,CO.ID_WATAMPONE–Alokasi dana bantuan sosial (Bansos) di APBD Perubahan 2018 melonjak tajam. Sejumlah fraksi di DPRD Bone mencurigai kenaikan penganggaran bansos yang naik tiga kali lipat ini sarat kepentingan politik.

Pemerintah Kabupaten Bone, resmi menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran 2018 ke DPRD untuk dibahas. Penyerahan rancangan anggaran tersebut melalui rapat paripurna DPRD Bone, Senin 24 September kemarin.

RAPBD Perubahan mulai dibedah di masing-masing komisi. Sebelumnya, fraksi menyampaikan pandangan umumnya atas rancangan anggaran yang tertuang di masing-masing Rencana Kerja Anggaran (RKA) SKPD.

Fraksi banyak menyorot komponen belanja yang tertuang di RAPBD Perubahan. Fraksi Gerindra dan PAN misalnya, kompak menyoroti, meroketnya belanja tidak langsung melalui belanja bantuan sosial. Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya, Asmarjun menilai, ada ketidakwajaran terkait alokasi bantuan sosial.

Ia menyebut, peningkatan bantuan sosial yang cukup signifikan, yakni dari Rp1.420.000.000 menjadi Rp6.850.000.000. Atau melonjak sebesar Rp5.430.000.000. Ini patut dicurigai. “Pemkab harus transparan terkait besarnya alokasi bantuan sosial. Peningkatannya sangat luar biasa, mencapai Rp5 miliar lebih. Apalagi ini tahun politik, maka sangat urgen bagi setiap fraksi untuk mengawal dan memastikan setiap kebijakan belanja daerah, agar betul-betul direalisasikan secara efektif dan tidak menimbulkan fitnah dikemudian hari,” ungkap mantan Ketua cabang PMII Bone itu.

Hal itu juga disinggung Anggota DPRD Bone dari Fraksi Gerindra, H Abd Hamid saat membacakan pandangan umum fraksinya. Wakil Ketua DPRD Bone, Hj A Samsidar menambahkan, penganggaran harusnya memprioritaskan program yang mendesak. “Infrastruktur, layanan publik dan program yang menyentuh langsung masyarakat, itu yang harusnya menjadi prioritas penganggaran. Agar APBD kita betul-betul dapat dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Fraksi PAN turut menyorot dana bantuan sosial yang dialokasikan pemkab tersebut. Anggota Fraksi PAN DPRD Bone, Abd Rahman meminta pemkab menjelaskan secara rinci alokasi anggaran bansos itu.
Wakil Ketua DPRD Bone yang juga legislator PAN, Usman T menilai dana bansos patut dipertanyakan karena kenaikannya cukup siginifikan. “Makanya kita minta penjelasan kepada pemkab, kenapa bisa demikian,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekkab Bone, HA Surya Dharma SE, MSi mengaku tak mengetahui adanya tambahan anggaran bantuan sosial yang mencapai Rp5 miliar lebih.
“Kalaupun ada, tambahan anggaran bansos yang dimaksud, kemungkinan bersumber dari APBN,” pungkas Surya.

Sementara itu, Pj Bupati Bone, Ir HA Bakti Haruni CES dalam sambutannya menyebutkan secara rinci komposisi anggaran di RAPBD Perubahan. Bakti menyebutkan, pendapatan daerah pada perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2018, direncanakan sebesar Rp2.251.505.561.046 atau bertambah sebesar Rp22 miliar lebih.

Bakti menyebut, pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat sebesar Rp9.094.185.678. Total PAD yang ditargetkan Pemda mencapai Rp187.721.806.179.

Terpisah, Ketua DPRD Bone, Drs A Akbar Yahya MM menyebutkan, formulasi penganggaran yang dituangkan di RAPBD Perubahan, didasari adanya perubahan kebijakan umum dan perubahan prioritas plafon anggaran sementara yang meliputi, penyesuaian sisa lebih perhitungan APBD 2017 yang merupakan hasil pemeriksaan BPK.

Kemudian, penyesuaian dana bagi hasil cukai tembakau dan tambahan dana APBN yang meliputi tambahan alokasi dana desa, penyesuaian dana tunjangan profesi guru PNS, penyesuaian dana tambahan penghasilan bagi guru PNS, penyesuaian dana bagi hasil pajak rokok dan penyesuaian dana jaminan kesehatan nasional. “Termasuk pagu anggaran utang daerah disesuaikan kemampuan keuangan daerah dan keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran antar SKPD, antar jenis kegiatan dan antar jenis belanja,” kuncinya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top