Tak Bayar THR, Perusahaan Terancam Sanksi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tak Bayar THR, Perusahaan Terancam Sanksi

H ALIMUDDIN MASSAPPA

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengimbau kepada perusahaan swasta, BUMN dan BUMD terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) paling lambat tujuh hari sebelum lebaran Idul Fitri 1437 H.
Imbauan ini sekaligus menindaklanjuti surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 588/5468 Disnakertras tanggal 15 Juni 2016 tentang pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan dan imbauan mudik lebaran bersama. Kemudian Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 06 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja buruh di perusahaan. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bone, Alimuddin Massappa mengatakan dengan adanya surat edaran gubernur tersebut, maka diinstruksikan kepada pihak perusahaan untuk memberikan THR kepada pekerja buruh.
“Bagi perusahaan yang tidak membayar THR maka mereka akan diberikan pembinaan. Jika mereka sudah dibina, kemudian masih belum membayar THR kepada karyawannya, maka mereka akan diberikan sanksi dengan dicabut izinnya. Kami akan turun ke lapangan untuk mengkroscek sekira lima hari sebelum lebaran,” kata Alimuddin kepada RADAR BONE, Selasa 28 Juni lalu.
Lanjut dia, adapun besaran THR yang diterima pekerja, yakni bagi pekerja buruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas bulan secara terus menerus atau lebih, sebesar satu bulan upah. “Pembayaran THR dimaksud wajib dibayarkan oleh pengusaha paling lambat tujuh hari sebelum hari raya,” jelasnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Muh Irwan menambahkan pihaknya akan membuka posko pengaduan, sehingga pekerja bisa menyampaikan ke posko jika menerima THR dari perusahaan yang memperkerjakannya. “Jadi satu bulan saja bekerja sudah bisa mendapat THR, jaminan ke-sehatan dan jaminan kecelakaan kerja,” tutur Irwan kepada RADAR BONE, Rabu 29 Juni lalu.

*ASKAR SYAM

To Top