Tak Semua Usulan Desa Terakomodir – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tak Semua Usulan Desa Terakomodir

Rumah panggung milik A Palattui, salah seorang warga Desa Pattiro Riolo, Kecamatan Sibulue yang menerima bantuan proyek PLTS 2015.

Pengalokasian Proyek PLTS 

PENULIS : REDAKSI

RADARBONE.CO.ID-WATAMPONE–Penentuan penerima bantuan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dilakukan berdasarkan usulan kepala desa. Hanya saja, tak semua usulan kepala desa diakomodir. Berdasarkan data yang dihimpun RADAR BONE, penerima bantuan proyek PLTS tahun 2015 sebanyak 450 kepala keluarga (KK). Warga penerima bantuan tersebut tersebar di 14 desa dan sembilan kecamatan.

Di Kecamatan Cenrana misalnya, terdapat di Panyiwi (30 KK), Pallime (15 KK), Ajalasse (27 KK) dan Nagauleng (20 KK). Kemudian di Kecamatan Libureng tersebar di Desa Baringeng (47 KK) dan Mattirobulu (40 KK). Pengalokasian di Kecamatan Ponre terdapat di Tellu Boccoe (50 KK) dan Mappesangka (25 KK). Disusul Desa Pationgi Kecamatan Patimpeng (30 KK), Desa Lalengbata Kecamatan Lamuru (18 KK), Desa Lamoncong Kecamatan Bontocani (43 KK), Desa Walimpong Kecamatan Bengo (18 KK), Desa Pattiro Riolo Kecamatan Sibulue (12 KK). Dan yang terbanyak mendapat jatah adalah Desa Pallawa Kecamatan Tellu Limpoe (75 KK).

Hanya saja, dari penelusuran RADAR BONE, tak semua desa mendapatkan alokasi sesuai usulan yang disampaikan pemerintah desa.

Kepala Desa Pattiro Riolo, Syamsuddin yang ditemui RADAR BONE, Rabu 19 April lalu mengatakan bantuan proyek PLTS yang dialokasikan ke desanya sudah dinikmati warga. Cuma saja, kata dia tak semua usulannya terealisasi.

“Jadi yang kami usulkan tidak semuanya terealisasi, dari 21 kepala keluarga yang diusulkan hanya 12 yang dapat, dengan alasan banyak desa yang mengusulkan, sehingga tidak kebagian semua,” jelas Syamsuddin.

Diakui Syamsuddin, masih ada 19 KK warganya yang membutuhan bantuan proyek PLTS. “Untuk sekarang masih ada sekira 19 kepala keluarga yang masih membutuhkan bantuan listrik PLTS, maka dari itu kami telah mengusulkan untuk tahun ini, karena mereka menikmati betul dan sampai sekarang masih difungsikan” tambahnya.
Salah seorang penerima bantuan proyek PLTS di Pattiro Riolo, A Palattui mengakui telah menikmati hasilnya.

“Memang kami sangat merasakan manfaatnya, dan ini juga hampir sama terangnya dengan listrik pada umumnya, dibanding sebelumnya kami hanya menggunakan obor,” tutupnya.

Lain halnya dengan pengalokasian bantuan proyek PLTS di Desa Mappesangka Kecamatan Ponre. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas ESDM Kabupaten Bone pada 2015 lalu, bahwa Mappesangka mendapat alokasi 25 kepala keluarga (KK). Namun informasi yang diperoleh RADAR BONE cuma tersalur 20 kepala keluarga.

Kepala Desa Mappesangka, A Rasdi Sumange membenarkan, bahwa bantuan PLTS yang diterima warga di desanya sebanyak 20 KK. “Bantuan yang masuk ke desa kami sebanyak 20 unit. Ini dipusatkan pada satu dusun yang memang berada di daerah pedalaman. Daerah tersebut cukup jauh dari ibukota desa dan tidak masuk jaringan listrik di sana, karena daerah pegunungan yang berjarak 25 kilometer dari ibukota,” kata Rasdi saat dihubungi, Rabu, 19 April lalu.
Makanya, sambung dia bantuan proyek PLTS 2015 yang diperuntukkan ke Desa Mappesangka semuanya dipusatkan di dusun tersebut. “Alhamdulillah dengan adanya bantuan pembangkit listrik tenaga surya tersebut, warga setempat dapat menikmati listrik dan semua 20 unit itu difungsikan,” paparnya.

Kemudian di Desa Pallawa Kecamatan Tellu Limpoe yang menjadi penerima bantuan terbanyak tahun 2015, melalui Kepala Desa setempat, Makmur mengakui bantuan dimaksud sudah tersalur dan dinikmati warga. “Cuma memang ada satu bermasalah. Tidak mengisi saat itu, tapi sudah dilakukan perbaikan,” tutur Makmur kepada RADAR BONE, Rabu, 19 April kemarin.

Makmur tidak bisa menyebut angka pasti jumlah bantuan proyek PLTS di desanya. “Pokoknya jumlahnya itu lebih 70 KK,” tambah Makmur. Berdasarkan data yang ada, pada 2015 lalu, Desa Mallawa mendapat jatah 75 KK.
Bantuan proyek PLTS yang tidak berfungsi juga pernah terjadi di Desa Nagauleng Kecamatan Cenrana.
Kades setempat mengakui ada satu unit PLTS yang tidak pernah menyala kala itu

“Hanya sedikit yang masuk di desa saya itupun tambahan. Dan ada satu yang tidak menyala namun belum pernah dilakukan perbaikan,” kata Hamzah, Kades Nagauleng kepada RADAR BONE, Minggu, 11 Januari 2015 silam.
Namun demikian, Hamzah yang dihubungi RADAR BONE, Rabu, 19 April kemarin, mengakui hingga kini bantuan proyek PLTS di Nagauleng sudah dinikmati masyarakat.

Bahkan beberapa warga lainnya mengusulkan ada tambahan, mengingat jumlah PLTS di desa tersebut belum menyasar seluruh rumah tangga sasaran di Nagauleng.

“Kalau bisa ada tambahan, karena warga sangat merasakan manfaat dari PLTS ini,” pinta Hamzah.
Usulan yang tidak terakomodir seluruhnya juga terjadi di Desa Ajalasse Kecamatan Cenrana. Kades Ajalasse A Anang mengakui usulan yang diajukan untuk mendapatkan bantuan proyek PLTS 2015 lebih dari 30 KK, sedangkan yang bisa terealisasi cuma 27 KK.

“Masih 14 sampai 15 KK yang membutuhkan. Makanya kami usulkan melalui bupati untuk mendapatkan tahun ini. Tapi kabarnya sudah berbentuk PJU (Penerangan Jalan Umum),” ungkapnya.

*

Click to comment
To Top