Tanah Bangkalae, Gabungan Tanah Tiga Kerajaan Besar – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tanah Bangkalae, Gabungan Tanah Tiga Kerajaan Besar

Salah seorang warga menyaksikan Situs Tanah Bangkalae yang terletak di tengah kota, tepatnya di kawasan pasar malam, tak jauh dari rujab bupati.

Mengenal Tempat Bersejarah di Bone

Situs Tanah Bangkalae merupakan suatu tempat dipersatukannya tiga tanah yang secara adat didatangkan dari tiga kerajaan besar di Sulawesi, yaitu Kerajaan Bone, Kerajaan Luwu dan Kerajaan Gowa.

ADRY, Watampone

Dari hasil penyatuan ketiga tanah tersebut maka terjadilah perubahan warna dari masing-masing warna aslinya. Setelah dipadukan ketiga tanah tersebut serta merta berubah menjadi warna merah keemasan dalam bahasa bugis disebut Tanah BangkalaE.

Salah satu tokoh adat Bone, Andi Baso Bone yang ditemui RADAR BONE, Minggu 2 April kemarin mengatakan, bahwa situs Tanah Bangkalae merupakan tempat pelantikan Raja Bone yang ke-16, yaitu Lapatau Matanna Tikka.

“Tanah Bangkalae secara simbolis merupakan tempat digabungkannya tiga tanah yang berasal dari tiga kerajaan besar, yakni Kerajaan Bone, Kerajaan Luwu dan Kerajaan Gowa, namun setelah digabungkan berubah warna. yaitu warna keemasan. Kemudian disitulah dilantik Raja Bone ke-16 Lapatau Matanna Tikka” ungkapnya.

Lanjut dia, dilihat dari sejarah, situs ini berdiri pada awal masa pemerintahan Raja Bone ke-16, Lapatau Matanna Tikka (1696-1714). Ketika itulah kerajaan Bone, Luwu, dan Gowa menyatakan bersatu dalam persaudaraan, sehingga dinyatakan tidak ada lagi permusuhan. Selain itu, ditempat inilah setiap Raja Bone (Mangkau) secara turun temurun dilantik dewan adat (Adat Tujuh) samacan DPRD sekarang.

Kemudian pada tanggal 27 November 2004, untuk pertama kalinya Tanah Bangkalae diresmikan oleh Gubernur Sulsel. Lokasi situs Tanah Bangkalae ini berada di tengah kota, tepatnya di kawasan pasar malam, tak jauh dari rujab bupati.

(*)

 

Click to comment
To Top