Tarif Listrik Turun – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tarif Listrik Turun

Ilustrasi

PENULIS : ARDI BIN WARIS

WATAMPONE, RB—Kabar gembira bagi pelanggan PLN. Tarif listik untuk bulan Agustus turun. Penurunan tarif ini menyusul menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar dan turunnya harga mi-nyak (Indonesian Crude Oil Price/ICP).
Penurunan tarif ini berlaku bagi 12 golongan tarif tenaga listrik, yang mengikuti mekanisme Tariff Adjustment (TA) pada Agustus ini.
Saat ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar pada Juni 2016 menguat sebesar Rp13.419 per USD menjadi Rp13.355,05. Harga ICP pada Juni 2016 turun, dari sebelumnya sebesar USD44,68/barrel Mei 2016 menjadi USD44,50/barrel.

Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31/2014 sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM No 09/2015.
Permen ini menyatakan penyesuaian diberlakukan setiap bulan, menyesuaikan perubahan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar, harga minyak dan inflasi bulanan,” ujar Agung Murdifi Manajer Senior Public Relations seperti dilansir Fajaronline (Media Fajar Group).

Dengan mekanisme TA, sambung Agung, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun. Nah tetap atau naiknya, berdasarkan perubahan ketiga indikator tersebut.
Humas PT PLN Area Watampone, Said menyebutkan tarif listrik pada Agustus 2016 di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp1.410,12 per kilowatt hour (kWh) dari sebelumnya Rp1.412,66 per kwh, tarif listrik di Tegangan Menengah (TM) menjadi Rp1.084,66 per kWh, dimana sebelumnya Rp1.086,62 per kwh. Kemudian tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp971,01 per kWh dari sebe-lumnya Rp972,76 per kwh dan tariff listrik di Layanan Khusus menjadi Rp1.593,78 per kWh dari sebelumnya Rp1.596,66 per kWh.
“Penyesuaian tarif tenaga listrik atau tarif adjustment hanya 1 rupiah hingga 3 rupiah yang terjadi bulan Agustus,” jelas Said kepada RADAR BONE, Rabu 3 Agustus kemarin.

Dia menambahkan, bahwa penyesuaian diberlakukan setiap bulan, menyesuaikan perubahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS, dan inflasi bulanan.
Dengan mekanisme penyesuaian, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap atau naik berdasarkan perubahan ketiga indikator tersebut.
“Setiap tahun penyesuaian tarif berlaku, naik atau turun ditentukan dengan rupiah dan inflasi bulanan,” ungkapnya.

*ASKAR SYAM

To Top