Wah, Tebusan Wajib Pajak Ternyata Masih Rendah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wah, Tebusan Wajib Pajak Ternyata Masih Rendah

Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Wiwiek Sisto Hidayat memberi sambutan pada acara Capacity Building di Watampone, kemarin.

Realisasi Tax Amnesty Wilayah Bosowa Rp4,4 Miliar

PENULIS : USMAN SOMMENG

WATAMPONE, RB—Realisasi penerimaan pajak melalui program Tax Amnesty yang diberlakukan pemerintah sejak Juli lalu, ternyata belum signifikan. Sejauh ini tebusan wajib pajak yang terkumpul baru mencapai Rp4,4 miliar. Realisasi ini berasal dari empat wilayah, yakni Bone, Soppeng dan Wajo
Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Watampone, Damayanti mengungkap sejak program pengampunan pajak diberlakukan terhitung sejak 1 Juli lalu, jumlah tebusan yang diterima baru mencapai Rp4,4 miliar.

Tebusan sebanyak itu berasal dari 213 wajib pajak yang tersebar di wilayah Bone, Soppeng dan Wajo. Realisasi ini tergolong rendah jika melihat jumlah wajib pajak di Bosowasi, yakni 73.135 wajib pajak. Wajib sebanyak itu berasal dari wajib pajak badan dan perorangan. “Memang dari target masih kecil ya, apalagi jika dibanding dengan WP yang terdaftar di wilayah kami itu sebanyak 73.135 WP (Wajib pajak),” kata Damayanti menjawab pertanyaan RADAR BONE dalam sesi tanya jawab pada acara Capacity Building Mengenai Ekonomi Moneter dan Fiskal yang dilaksanakan di Novena Hotel, Kamis 22 September kemarin.

Lebih jauh Damayanti me-ngatakan target yang dicanangkan masih cukup jauh dari realisasi Tax Amnesty untuk tahap pertama itu. Kendati demikian, Damayanti mengatakan pihaknya terus berupaya mensosialisasi program pengampunan pajak tersebut. “Tapi kami juga tidak bisa memaksakan ini kepada WP untuk mengikuti, karena adalah hak yang bisa dimanfaatkan oleh WP atau tidak. Tergantung wajib pajak bersangkutan,” bebernya.

Damayanti berharap realisasi penerimaan tebusan dari WP akan bertambah seiring akan berak-hirnya periode pertama program Tax Amnesty. Namun, kata dia program ini akan terus berlangsung hingga 31 Maret 2017.
Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle, MM mengatakan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Tax Amnesty. Karenanya, dia sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Capacity Building Mengenai Ekonomi, Moneter dan Fiskal bagi pegawai Pemkab Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, staf ahli DPRD dan akademisi yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia bekerjasama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saya kira tidak salah di jika Bank Indonesia melakukan program ini di Bone. Selain Bone dituakan di Bosowasi sejak dulu. Bone juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang melampaui pertumbuhan ekonomi Sulsel dan nasional. Bone juga memberi apreasi besar Tax Amnesty, baik kepada pejabat maupun masyarakat, “tutur Ambo Dalle sesaat sebelum membuka acara tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Wiwiek Sisto Hidayat mengatakan ini merupakan acara kedua digelar BI setelah di Makassar pada April lalu. Awalnya, kata dia Capacity Building dilakukan untuk pejabat Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa dan Takalar.

Melalui Capacity Building, lanjut Wiwiek diharapkan para pejabat memiliki bekal pemahaman yang cukup mengenai ekonomi, moneter dan fiskal, sehingga mampu merumuskan kebijakan daerah dengan baik dalam arti memiliki bobot strategis yang tinggi, tidak berbenturan atau tumpang tindih dengan kebijakan nasional. “Selain itu, dengan memiliki pemahaman ekonomi dan moneter yang baik, mereka juga diharapkan dapat berkontribusi positif dalam pengendalian inflasi di daerah,” jelasnya.

Sedangkan terkait dengan aspek fiskal, sambung Wiwiek para pejabat pemerintah daerah diharapkan mampu menggali potensi sumber PAD dan mendorong percepatan penyerapan realisasi anggaran belanja secara optimal, baik yang bersumber dari APBD maupun dari APBN yang dialokasikan ke daerah.

*ASKAR SYAM

To Top