Tekan Kebocoran, Tutup Parkir Liar di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tekan Kebocoran, Tutup Parkir Liar di Bone

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kontribusi retribusi parkir terhadap penerimaan pendapatan asli daerah tetap minim. Padahal, potensi parkir terus bertambah. Ini ditandai dengan bermunculannya titik-titik parkir baru.

Nyaris tak ada lagi tepi jalan umum di wilayah kota yang tidak jadikan lahan penarikan retribusi parkir. Bahkan, ruang publik seperti Lapangan Merdeka pun tak luput dari juru parkir (Jukir).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, terdapat sekira 78 titik parkir yang dikelola. Ini tersebar di wilayah kota hingga ke kecamatan. Di kecamatan misalnya, tersebar di Lamuru sebanyak dua titik, Lapri, Tellu Limpoe, Bengo, Kajuara dan Dua Boccoe masing-masing tiga titik. Selanjutnya di Ponre, Ulaweng, Mare, Salomekko, Kahu, Awangpone, Cina, Barebbo dan Sibulue masing-masing satu titik. Menyusul Libureng enam titik dan Ajangale.

Kemudian di wilayah kota, terdapat di Jl Makmur, Jl Veteran, Jl Masjid, Jl MH Thamrin, Jl Beringin, Jl Sukawati dan Jl Ahmad Yani. (Selengkapnya lihat grafis). Melihat titik parkir yang dikelola dishub, maka potensi penerimaan PAD tidak main-main jumlahnya. Jika diasumsikan minimal Rp50 ribu saja setoran dari tiap titik parkir, maka bisa diestimasi penerimaan PAD berkisar Rp3.900.000 perhari. Dalam sebulan akan terkumpul retribusi parkir Rp117.000.000. Nah, jika dikali 12 bulan, maka dalam setahun akan terkumpul dana sekira Rp1.404.000.000.

Potensi PAD yang sangat besar.

Informasi yang diperoleh dari juru parkir, dalam sehari pendapatan yang diperoleh berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Hanya saja, pendapatan parkir tersebut harus dibagi kepada bos atau penguasa lokasi dan Dinas Perhubungan. “Hasil yang saya dapat setiap harinya itu dibagi tiga, yakni untuk bos saya yang ada di dalam (BTC) dan juga setor ke dishub,” tutur Jamal, seorang jukir di depan BTC Jl KH Agussalim.

Meski potensi penerimaan parkir cukup besar, namun kontribusi terhadap PAD sejauh ini masih minim. Sebagai gambaran, tahun 2015, penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum cuma ditargetkan Rp372.500.000. Kemudian 2016 turun menjadi Rp340.500.000. Dan tahun 2017 targetnya cuma bertambah Rp8.200.000 menjadi Rp348.700.000.

Akademisi, Ali Anas, SSos, MSi menilai dibutuhkan ketegasan dalam pengelolaan parkir.
“Dengan target tersebut memang terbilang masih minim dengan kondisi tempat parkir yang ada, sebab itu perlu ada penegasan dengan melibatkan pihak terkait, sebab parkir sangat urgen dalam mendukung PAD,” ungkap Ali Anas saat dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu, 6 September kemarin.

Bentuk ketegasan lain, kata Ali Anas adalah pemkab harus menertibkan titik parkir ilegal agar tidak merugikan masyarakat.

“Di samping itu, pemda harus menertibkan beberapa lokasi parkir yang disinyalir ilegal, itu harus ditertibkan karena merugikan pemda sendiri. Masyarakat bayar parkir tapi ilegal, kan sama saja dengan merugikan masyarakat,” bebernya.

Lebih jauh dosen ini mengungkapkan, diperlukan inovasi dalam pengelolaan parkir, termasuk menyerahkan pengelolaan parkir kepada pihak ketiga. “Dan perlu ada inovasi pengelolaan parkir, apabila pemda kesulitan bisa diserahkan ke sektor swasta untuk pengelolaannya,” tambahnya.

Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, H Nashar yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan, untuk mendongkrak penerimaan PAD dari retribusi parkir pihaknya akan membuka lahan baru, seperti di minimarket.

“Kami akan upayakan agar lokasi memiliki potensi segera dikelola, seperti di minimarket. Karena tidak ada alasan pemilik minimarket melarang penarikan retribusi parkir sebagai pendapatan asli daerah,” terangnya.

Kanit Patroli Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, A Ikhsan Amar menambahkan pihaknya segera menertibkan parkir liar, seperti di kawasan Lapangan Merdeka. “

“Memang kami telah rencanakan untuk melakukan patroli mengenai parkir liar, dan ini kami akan kerjasama dengan satpol PP,” pungkasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top