Tembus Rp100 Ribu Perkilogram, Harga Cabai di Bone Semakin ‘Pedis’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tembus Rp100 Ribu Perkilogram, Harga Cabai di Bone Semakin ‘Pedis’

Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka membenahi barang dagangannya usai melayani pembeli, kemarin.

Mengintip Harga Sembako di Pasar Sentral Palakka

Harga sembako, khususnya cabai rawit kian menggila. Setiap bulan harga bahan bumbu satu ini terus bergerak naik. Kini, harga cabai rawit sudah menembus angka Rp100 ribu perkilogram.

Adry, Watampone

Jika sebelumnya, harga cabai masih di kisaran Rp15 ribu sampai Rp20 ribu perkilogram. Memasuki 2017, harga cabe tak terkendali.

Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka, Ida kenaikan harga cabai hingga Rp100 ribu perkilogram sudah berlangsung sejak sepekan lalu.

“Sudah satu minggu naik cabai menjadi Rp100 ribu perkiligram. Kenaikan harga ini bertahap. Dari bulan satu naik antara Rp50 ribu sampai 60 ribu perkilogram. Kemudian di bulan dua naik lagi antara Rp80 ribu sampai 85 ribu perkilonya. Sampai sekarang, naik lagi menjadiRp100 ribu perkilogram. Dan kemungkinan kenaikan harga ini sampai bulan puasa,” jelas Ida saat ditemui RADAR BONE, Minggu 12 Maret kemarin.

BACA JUGA  Kejaksaan Bone Belum Tetapkan Tersangka

Pedagang lainnya, Nadira juga mengungkapkan hal serupa. Nadira mengatakan pemicu kenaikan harga cabai adalah kurangnya suplai dari pedagang, karena banyaknya petani yang gagal panen. “Naiknya harga cabai ini karena kurangnya suplai dari pedagang terhadap pengecer.

Kebanyakan pedagang yang datang mengatakan bahwa kurangnya pasokan tersebut karena petani gagal panen,” Nadira. Diakui Nadira, sebagaian suplai cabai berasal dari Kolaka, disamping juga dari petani pelosok desa.
“Cabai ini saya peroleh dari pedagang yang berasal dari daerah, serta pedagang dari kolaka,” katanya.
Selain cabai, tomat kering juga mengalami kenaikan.

“Jadi selain cabai rawit yang naik, tomat kering juga ikut naik. Sebelumnya tomat kering ini harganya Rp7.500 perkilogram, sekarang berkisar antara Rp11 ribu sampai 12 ribu perkilonya.
Tergantung dari barangnya, kala masih baru kami hargai tinggi tapi kalau sudah agak mulai busuk saya kasi turun juga harganya,” kunci Ida.

BACA JUGA  Dua Ganda Putra Indonesia ke Semifinal, Peluang Indonesia vs Indonesia di Final

(*)

Click to comment
To Top