Tenaga Dibutuhkan Saat Pesta Demokrasi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tenaga Dibutuhkan Saat Pesta Demokrasi

Ramalan dan Kuddu, dua personel Hansip yang masih bertahan mendedikasikan tenaganya pada kegiatan kelurahan maupun pesta demokrasi di daerah ini.

Mengintip Aktivitas Personel Pertahanan Sipil

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Personel Pertahanan Sipil (Hansip) yang bertugas di lapangan jarang lagi dijumpai. Mereka cuma muncul di kala pesta demokrasi dihelat. Setelah itu, Hansip kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan berbagai profesi.

Ramalan dan Kuddu adalah dua personel Hansip yang kerap digunakan tenaganya saat perhelatan pesta demokrasi, seperti pilkada, pileg hingga pilpres.

Saat disambangi di kediamannya yang di bilangan Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, keduanya sangat antusias menyambut kehadiran penulis.

Keduanya mengaku sudah puluhan tahun berkiprah sebagai ‘Pak Hansip’. Kuddu misalnya, mengakui sebelum bergabung menjadi Wanra, sebutan lama untuk Hansip, dirinya dilatih secara fisik. Bahkan, kata pria 70 tahun pernah dijanji untuk diberi tunjangan perbulan. Namun faktanya, kata dia janji itu tak pernah terwujud.

“Kami tidak pernah berhenti jadi hansip. Begitu ada pemilihan umum atau pilkada saya selalu dipanggil untuk mengamankan. Selama kami aktif sebagai Hansip kami hanya mengandalkan keikhlasan. Karena tidak ada gajinya, meskipun terkadang juga ditugaskan pada saat ada kegiatan pos kamling,” paparnya.

Hal senada diakui rekannya, Ramalan. Ramalan mengakui jika hanya mengandalkan honor sebagai hansip tak pernah cukup untuk menafkahi keluarga. “Makanya selain kami aktif di Hansip kami juga bersawah dan berkebun untuk mendapatkan pemasukan. Karena kami punya anak yang harus kami penuhikebutuhannya,” tuturnya.

Diakui Ramalan, bahwa pada setiap perhelatan pilkada, pileg maupun pilpres dirinya diberi insentif Rp150 ribu untuk mengamankan TPS. Meski tak ada penghasilan menetap sebagai petugas Hansip.
Namun keduanya tetap mendedikasikan diri untuk menjaga petugas pertahanan sipil. “Inilah pengabdian kami menjadi Hansip,” kunci Ramalan.

(*)

To Top