Tendang Murid, Guru di Bone Dipolisikan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tendang Murid, Guru di Bone Dipolisikan

ilustrasi

PENULIS : HERMAN  KURNIAWAN – AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Kekerasan terhadap murid kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang siswa SMP Negeri 2 Watampone berinisial AF (12). Siswa ini ditendang oleh gurunya, HK, Kamis 29 September kemarin.
Pasca kejadian korban pun melapor ke Polsek Tanete Riattang didampingi ayahnya, Ilyas. Dalam laporannya, korban mengaku ditendang pelaku pada bagian tulang ekor.

Sebelum ditendang korban sempat ditegur pelaku karena membuat gambar sosok guru mengendarai sepeda motor. Kemudian pada gambar tersebut disertai dengan tulisan anjing.
AF berusaha menjelaskan, bahwa gambar itu dibuat siswa lain, namun pelaku yang juga guru BK malah menendang korban.
Orangtua korban, Ilyas yang mendampingi anaknya membenarkan bahwa dia sedang melaporkan sang guru dan anaknya sedang memberi keterangan ke polisi.“Anak saya masih diperiksa, langsung tanyakan ke polisi,” tuturnya.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Samsul Alam yang dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan korban penganiayaan masuk ke unit SPKT Polsek Tanete Riattang. “Sudah ada laporannya masuk dan akan ditangani penyidik,” tegasnya.
Kepala SMP Negeri 2 Watampone Drs H Tajuddin, SH yang dikonfirmasi RADAR BONE sangat menyayangkan sikap orangtua siswa yang langsung melapor ke polisi. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu, apalagi persoalan ini terjadi karena kesalahan siswa.

“Kami akui guru kami salah karena telah melakukan tindakan kekerasan. Namun perlu juga diketahui latar belakang terjadinya kekerasan tersebut,” ungkapnya.  Tajuddin membeberkan, bahwa siswa yang bersangkutan ditendang oleh gurunya, karena perbuatannya sudah melewati batas.

“Bayangkan saja, dia suruh temannya menggambar gurunya, baru kemudian dikata-katai dengan tulisan ‘Guru anjing’. Karena melihat kelakuannya sudah tak wajar, maka guru yang bersangkutan juga pun tak bisa menguasai emosinya,” paparnya.
Selaku kepala sekolah, kata Tajuddin dirinya sangat menyayangkan sikap orangtua siswa yang tergesa-gesa melapor ke pihak kepolisian. “Seharusnya hal seperti ini kita selesaikan secara kekeluargaan. Apalagi anaknya juga yang salah,” tuturnya.

*ASKAR SYAM

To Top