Terima KIS, Warga Tebus Rp150 Ribu – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Terima KIS, Warga Tebus Rp150 Ribu

Ilustrasi

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dikeluhkan sejumlah warga Kecamatan Libureng. Betapa tidak, mereka dimintai biaya administrasi hingga Rp150 ribu. Padahal distribusi KIS sejatinya tidak dikenakan biaya alias gratis.
Menurut pengakuan warga, penarikan biaya administrasi penerimaan Kartu KIS tersebut dilakukan pihak Puskesmas Tana Batue. Selain menyetor uang, mereka menyetor kartu keluarga (KK) sebagai persyaratan menerima kartu KIS. Warga dimintai biaya yang besarannya mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Pembayaran sebesar itu di-sebutkan warga sebagai biaya administrasi. Pembayaran selanjutnya disetor melalui Bendahara Puskesmas berinisial OT. Salah seorang warga, RN yang dikonfirmasi RADAR BONE mengakui awalnya dia menyetor KK sebagai persyaratan untuk pengambilan KIS. Tapi setelah kartu KIS ada, dia diminta untuk membayar sebesar Rp50 ribu.

“Saya memang diminta menyetor uang secara sukarela. Namun tidak boleh di bawah Rp50 ribu,” ungkap Ibu satu anak itu.
Hal senada diungkapkan LK, penerima kartu KIS lainnya. Biaya yang dikeluarkan pria ini ternyata lebih besar lagi.
“Saya diminta bayar Rp100 ribu. Alasannya pembayaran biaya administrasi,” bebernya.

Biaya yang dikeluarkan RN dan LK masih terbilang kecil, dibanding biaya yang dibebankan kepada RS. Warga Libureng ini, mengaku membayar sebesar Rp150 ribu saat mengambil KIS. “Memang saya kurang sepakat karena kabar beredar kalau pengambilan KIS itu gratis. Namun ujung-ujungnya saya dikasi membayar juga. Ketimbang tidak ada dan tidak dilayani kalau sakit, lebih baik turuti saja meski berat,” ungkapnya.

Mereka sesungguhnya cukup berat membayar biaya pendistribusian kartu KIS tersebut. Tapi warga pasrah saja daripada harus membayar saat berobat di puskesmas maupun rumah sakit. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone, Hery Zakariah yang dikonfirmasi RADAR BONE, Minggu 28 Agustus lalu menegaskan, distrbusi KIS tidak dipungut biaya alias gratis, karenanya dia sangat menyayangkan jika ada oknum yang menarik keuntungan dalam pendistribusian KIS tersebut. “Distribusi KIS seharusnya gratis. Mungkin ada oknum yang tarik biaya,” tutur Hery.

Kepala Puskesmas Tana Batue, Masyur yang dikonfirmasi soal dugaan pungli tersebut, membantah hal itu. Dia menilai isu ini digulirkan pihak tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya. “Tidak ada pembayaran. Memang pernah ada yang kasi pembeli teh kotak dari teman di puskesmas. Mungkin itu dilihat warga sehingga dikatakan membayar,” jelasnya saat dihubungi RADAR BONE kemarin malam.

Ditegaskan Masyur, dirinya sudah mewanti-wanti stafnya agar menolak jika ada yang memberi uang.
Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Anwar SH cukup kaget saat dikonfirmasi hal tersebut. Anwar pun mempertanyakan langsung dugaan pungli itu ke Kepala Puskesmas Tana Batue. “Saya sudah hubungi kepala puskesmas nya. bilang tidak ada pembayaran seperti itu,” ungkap Anwar.

Lanjut Anwar, pihak Puskesmas cuma menghubungi warga yang berdomisili dekat dari puskemas untuk mengambil kartunya. Sedangkan untuk penerima yang jauh domisilinya diserahkan melalui masing-masing bidan desa untuk menyalurkan kepada yang berhak. “Memang waktu hari pertama tiba itu kartu, dihubungi warga yang dekat melalui sms. Selanjutnya yang lain diserahkan kepada bidan desa,” jelas Anwar.

*ASKAR SYAM

To Top