Tiga Bulan Pensiun, Terduga Bandar Direhab – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tiga Bulan Pensiun, Terduga Bandar Direhab

Soal Terduga Bandar Kasus Narkoba Adik Bupati Sinjai

WATAMPONE, RB–Tujuh pelaku narkoba yang terjaring razia BNNK Bone di Dusun Tuju-tuju, Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara belum lama ini bakal bebas. Mereka hanya menjalani rehabilitasi, termasuk seorang terduga bandar sabu.

Setelah Muhayyar Yahya, adik Bupati Sinjai, HM Sabirin Yahya dan pelaku lain yang diduga sopirnya, Anwar direkomendasikan rehabilitasi inap. Kini giliran Usman (43), pria yang diduga sebagai bandar sabu ikut dikirim menjalani rehab serupa di Baddoka Makassar.

Usman belakangan diputuskan untuk direhab, karena harus menjalani pemeriksaan instensif oleh BNNK Bone terkait dugaan keterlibatan dirinya sebagai pemilik sabu dalam pesta narkoba di rumahnya di Dusun Tuju-tuju, Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara pada, Kamis, 7 September lalu sekira pukul 21.00 Wita.

Sebelumnya, empat pelaku lainnya, yakni A Irwan Massarampa SIP, Buhari bin Amir, Murfiding bin Hafid dan A Wahidin bin Jufri hanya menjalani rehab jalan di RSU Hapsah Bone.

Kasi Berantas BNNK Bone, AKP Subagyo yang dikonfirmasi RADAR BONE, mengatakan saat ini Usman tengah menjalani masa rehabilitasi di Baddoka Makassar. Rehabilitasi, kata Subagyo akan berlangsung selama tiga bulan, setelah itu yang bersangkutan bisa bebas.

“Ini direkomendasikan dari Asessmen pendalaman dari pihak BNN, Polres dan Medis Jaksa, setelah melewati tiga bulan akan dibebaskan,” kata Subagyo kepada RADAR BONE, Senin, 25 September lalu.
Subagyo menegaskan berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya, Usman sudah berhenti sebagai bandar hingga terjaring dalam razia BNNK Bone.

“Hasil pendalaman akan dibebaskan karena yang bersangkutan sudah berhenti mengedar sejak tiga bulan lalu,” tutup Subagyo.

Pemberian sanksi berupa rehabilitasi yang dijalani para pelaku, terutama Usman mengundang sorotan publik.
Mantan Anggota DPRD Bone, Djunaid Umar menilai pelaksanaan rehabilitasi bagi pelaku yang tertangkap sah-sah saja. Namun demikian, kata dia rehabilitasi jangan menggugurkan pertanggungjawaban hukum.

“Rehabilitasi boleh-boleh saja, tapi proses hukumnya jangan dilupakan,” kata Djunaid.
Terkhusus Usman, pria yang diduga bandar narkoba dalam kasus penangkapan adik Bupati Sinjai Cs, Djunaid mempertanyakan tolok ukur yang digunakan pihak BNNK Bone dalam menentukan seseorang sudah berhenti menjadi bandar. Apalagi, sambung Djunaid dalam razia waktu itu, BNNK menemukan barang bukti berupa sabu sisa pakai di rumah Usman.

“Kalau sudah berhenti jadi bandar, lantas bagaimana barang bukti yang ditemukan di rumahnya. Siapa pemilik barang bukti itu,” kata Djunaid.

Menurut dia, pihak-pihak yang terjerat dalam kasus narkoba jangan berlindung pada status pengguna sebagai korban, sehingga ujung-ujungnya cuma direhabilitasi saja. “BNNK jangan gampang dikecoh. Atau jangan-jangan sudah masuk angin. Mudahan-mudahan tidak ya, karena BNNK lah yang kita harap menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba di daerah ini,” tambah Djunaid.

Praktisi Sosial Rahman Arif menambahkan kasus yang menjerat adik Bupati Sinjai Cs tidak boleh dilepaskan dari persoalan hukum. .

“Apalagi yang bersangkutan ditangkap dari hasil operasi narkoba BNNK. Ada barang bukti dan tesnya positif. Bukan menyerahkan diri untuk direhab,” ujarnya.

Rahman menegaskan, polisi dan BNNK tidak boleh main mata dengan melepas pelaku dengan alasan, pelaku merupakan pecandu berat dan harus rawat inap.

“Intinya proses hukumnya tetap harus jalan,” kunci dia. Sekadar diketahui, BNNK Bone menangkap tujuh pelaku narkoba di Dusun Tuju-tuju, Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kamis, 7 September lalu sekira pukul 21.00 Wita.

Selain Muhayyar Yahya, adik Bupati Sinjai HM Sabirin Yahya,
ada enam pelaku lainnya ikut diamankan, yakni A Irwan Massarampa SIP (41), seorang PNS asal Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kemudian Buhari bin Amir (35), A Wahidin bin A Jufri (42), Anwar (45), Murdifin Bin Hafid (23), oknum anggota Polsek Kajuara dan pemilik rumah sekaligus terduga bandar sabu, Usman (43).
BNNK Bone turut mengamankan barang bukti berupa sisa narkotika jenis sabu yang sudah terpakai, alat isap, pirex,alat takar dan ponsel milik pelaku.

*

Click to comment
To Top