Tiga Komisariat Tolak Hasil Konfercab PMII Cabang Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tiga Komisariat Tolak Hasil Konfercab PMII Cabang Bone

Suasana pembukaan Konfercab PMII Cabang Bone di Aula Kemenag Bone, Sabtu 21 Januari
PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB– Hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone yang menetapkan, Herman DP sebagai ketua umum terpilih ditolak tiga komisariat.

Tiga komisariat yang memilih mengundurkan diri sebagai peserta konfercab adalah Komisariat STIA Prima Bone, STKIP Muhammadiyah Bone, dan STIE Yapi Bone.

Mereka menilai keputusan yang diambil dari konfercab tersebut sudah melenceng dari mekanisme organisasi yang disahkan pada Kongres di Jambi beberapa waktu lalu.

Ketua Komisariat Stia Prima Bone, Taswiwin yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan, apa yang dilakukan Steering Committee (SC) sudah keluar dari kaidah-kaidah yang sebenarnya. Seperti halnya diberikannya hak kepada rayon untuk memilih ketua umum.

“Rayon ini diberi hak memilih padahal mereka tidak punya dasar karena tidak mendapat usulan dari panitia dalam hal ini permintaan delegasi. Kemudian dasar dari SC yaitu hasil Muspim padahal hasil Muspim ini baru dinyatakan berlaku ketika sudah disahkan di kongres. Sementara sampai saat ini belum ada kongres pasca digelar di Jambi,” katanya.

Dia menambahkan, hal kedua yang tidak bisa diterima yaitu kriteria kandidat calon ketua umum. Sudah jelas kata dia, keputusan yang dikeluarkan pada kongres Jambi berbunyi bahwa calon ketua umum minimal pernah mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD).

“Sementara dipaksakan di dalam forum agar kandidat calon ketum mesti lulusan Pelatihan Kader Lanjut (PKL). Ada apa ini?, terkesan kebijakan dipaksakan untuk memenangkan kandidat tertentu. Jadi setelah menyaksikan rangkaian kejadian ini, maka kami dari tiga komisariat memilih untuk meninggalkan ruang konfercab. Dan jika hasil konfercab itu disahkan maka kami akan menggelar konfercab ulang,” tambahnya.

Sementara Ketua Komsat STIE Yapi Bone, Irma menambahkan, konfercab sejatinya digelar dengan salah satu agenda penting adalah Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dari pengurus yang akan demisioner.

“Sudah sangat jelas kalau ada permainan. Jadi kami berharap agar jangan mengajari kami melakukan tindakan yang salah. Konfercab itu tidak sesuai mekanisme dan AD/ART organisasi jadi mesti dianulir,” tegasnya.

Hal yang hampir sama diungakapkan, Ketua Komisariat STKIP Muhammadiyah Bone, Sabriadi yang mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan siapa nantinya yang akan menjadi ketua. Namun mekanisme yang ada jangan dilanggar demi kepentingan tertentu.

“Untuk apa kami dididik dengan baik. Kalau pada akhirnya dipertontonkan dengan hal yang salah,” katanya.

Dia menambahkan, tidak ada alasan untuk menerima keputusan  konfercab ini.

“Jelas kami menolak. Dan minta dilakukan konfercab ulang. Kalau tidak, tiga komisariat akan menggelar konfercab sendiri,” tegasnya.

Sekretaris Umum (Sekum) PMII Cabang Bone, Idris Afandi yang dikonfirmasi tak membantah tudingan bahwa tidak ada surat permohonan delegasi ke rayon.

“Saya tidak mengeluarkan surat peromohonan delegasi karena ketua cabang, bilang jangan dulu karena sebelumnya tidak pernah diberikan kewenangan rayon sebagai peserta. Jadi harus dirapatkan dulu di tataran pengurus cabang,” ucapnya.

Mengenai persoalan LPj dia mengaku tidak melakukan karena kondisinya sudah tidak memungkinkan.

“Saya tidak LPj karena memang kondisinya sudah tidak qorum,” jelasnya.

Sementara anggota SC, Ahwal Bin Ahmad mengatakan, sudah berusaha mengembalikan satu komisariat ke dalam forum namun tidak berhasil. Karena sudah menganggap konfercab sudah tidak bisa dilanjutkan dia memilih meninggalkan lokasi.

“Saya tidak tau itu. Kalau SC lain melanjutkan di belakang karena saya keluar mengingat konfercab memang sudah tidak bisa lanjut. Pasalnya tiga komisariat sudah keluar sementara yang tinggal hanya dua,” tutupnya.

To Top