Tim Saber Didesak Bertindak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tim Saber Didesak Bertindak

Dugaan Pungli Nelayan di Kampung Bajo

PENULIS : ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) diminta tidak tutup mata, terkait dugaan pungli nelayan di perkampungan suku Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur.  Mencuatnya dugaan pungli yang dilakukan oknum petugas Satuan Polair Polres Bone terhadap nelayan pengguna bom ikan di perkampungan suku Bajo, menyita perhatian berbagai kalangan.

Tim Saber Pungli yang telah dikukuhkan Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi didesak bergerak mengusut dugaan pungli tersebut. Sejauh ini, kinerja Tim Saber Pungli dipertanyakan. Mengingat sejak dikukuhkan, Sabtu, 3 Desember 2016 lalu, nyaris tak ada gaungnya. Beberapa kasus dugaan pungli yang terjadi tak ada tindaklanjutnya. Sebut saja misalnya, dugaan pungli pengurusan STNK di Kantor Samsat Bone, dugaan pungli bimbingan belajar di SMA Negeri 1 Awangpone hingga pengakuan PKL yang memberi setoran kepada oknum Satpol PP.

Praktisi Sosial, Rahman Arif menilai kinerja Tim Saber Pungli sangat lamban. Rahman mengakui baik secara kuantitas maupun kualitas, tidak ada gebrakan berarti dari Tim Saber Pungli. “Sangat lamban sehingga menggangu proses pembangunan juga perputaran ekonomi masyarakat,” kritiknya.

Ketegasan Tim Saber Pungli lanjut dia, sangat diperlukan, agar timbul efek jera bagi pelaku pungli.
“Jangan sampai gebrakan Tim Saber Pungli ini hanya gagah di awal saja tanpa ada kelanjutannya,” tegas akademisi ini.
Desakan agar Tim Saber Pungli segera bertindak juga datang dari Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi SH MH. “Tim Saber Pungli harus memperlihatkan tajinya. Fungsinya kan memberantas pungli, jadi ketika ada laporan yang masuk, harusnya segera ditindaklanjuti,” ungkap Suaedi.

Yang parah, kata dia, ketika aparat penegak hukum membekingi pelaku bom ikan. Suaedi juga mendesak agar pelaku bom ikan ditindak tegas. “Penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan laut yang menyebabkan kerusakan terumbu karang, mendatangkan kerugian lingkungan hidup yang lebih besar dibandingkan dampak illegal logging (pembalakan liar). Bom dan racun untuk penangkapan ikan komersial sangat merusak kegiatan mahluk hidup di dasar laut. Jadi tidak ada toleransi bagi pelaku bom ikan,” tegasnya.

Click to comment
To Top