Tim Saber Pungli Temukan Pelanggaran Pidana – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tim Saber Pungli Temukan Pelanggaran Pidana

Kepala MAN 1 Bone, H Muslimin saat menemui Tim Saber Pungli yang melakukan operasi di sekolahnya, Kamis, 20 Juli lalu.

Gelar Perkara Kasus MAN 1 Bone

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Gelar perkara yang dilakukan Tim Saber Pungli terhadap kasus operasi tangkap Kepala MAN 1 Bone, H Muslimin dan kawan-kawan menemukan adanya bukti pelanggaran pidana terkait pungutan pengadaan baju seragam dan pembangunan ruang kelas baru di MAN 1 Bone.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi yang dikonfirmasi RADAR BONE, Kamis, 27 Juli kemarin mengatakan hasil gelar perkara menunjukkan adanya pelanggaran pidana dalam kasus tersebut.
“Hasil gelar perkara kemarin ditemukan adanya pelanggaran pidana. Memang ada dua kemungkinan, selain pidana, juga pelanggaran administrasi. Namun untuk kasus ini mengarah ke pidana,” ujarnya.

Kendati demikian, penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Alasannya, penyidik masih membutuhkan keterangan saksi dari pihak orangtua siswa.

“Kenapa belum ditetapkan tersangka, karena kami masih butuh keterangan dari saksi orangtua,” tandasnya.
Kadarisman menambahkan kasus ini merupakan laporan dari masyarakat. Pertimbangan sehingga barang bukti dan kepala sekolah cuma diamankan sementara, sambung Kadarisman karena dikhawatirkan ada upaya menghilangkan barang bukti.

“Awalnya dikira mengacu pada Permendikbud namun dibelakang diketahui ternyata mengacu pada peraturan Kemenag sehingga diamankan dulu baru dipelajari. Kalau dipelajari dulu baru diamankan takutnya barang bukti dihilangkan,” tutupnya.

Sekadar diketahui, Satgas Saber Pungli Kabupaten Bone melakukan operasi di MAN 1 Bone. Dalam operasi ini, Kepala MAN 1 Bone, H Muslimin, Ketua Komite MAN 1 Bone, Suryadi dan Bendahara Komite, Wahidah terkena operasi tangkap tangan. Ketiganya diamankan bersama empat orang lainnya, yakni panitia penerimaan siswa baru, bendahara sekolah dan dua rekanan pembuat seragam sekolah.

Penangkapan terhadap kepsek dan komite MAN 1 Bone ini terkait dugaan pungutan liar pembayaran seragam sekolah dan biaya pembangunan ruang kelas bagi siswa baru. Informasi yang diperoleh di lapangan, untuk pembayaran seragam sekolah, siswa putra dikenakan biaya sebesar Rp620.000 per siswa.

Kemudian untuk siswa putri Rp650.000. Adapun biaya pembangunan ruang kelas siswa dibebankan Rp400.000 per orang. Selain mengamankan tujuh orang, juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya satu buah buku rekening Bank BRI atas nama Mardiana SAg dengan jumlah saldo yang tertera sebesar Rp214.534.183, satu buah buku rekening Bank BRI atas nama Komite Sekolah MAN 1 WTP dengan saldo Rp127.247.643, satu buah buku rekening Bank BRI atas nama Baharuddin SPd dengan jumlah saldo Rp51.098.321, serta uang tunai sebesar Rp36.000.000.

 

To Top