Tim Saber Warning Komite Sekolah  – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tim Saber Warning Komite Sekolah 

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE–Sejumlah Komite Sekolah ramai-ramai meminta partisipasi orangtua siswa dalam rangka menggaji tenaga honorer di sekolah. Mulai dari Rp25 ribu, Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap bulannya.

Apa yang dilakukan oleh Komite Sekolah itu, kini mendapat perhatian dari Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polres Bone.

Wakapolres Bone Kompol Muari kepada RADAR BONE mewarning komite sekolah. Menurut Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Bone ini apa yang dilakukan Komite Sekolah itu bisa saja bagian pungutan liar. Apalagi meminta partisipasi orang tua siswa secara rutin hingga melebihi ketentuan dan memaksakan.

“Jika itu dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan, maka tindakan komite sekolah itu bagian dari pungutan liar,” tegasnya.

Bahkan untuk memastikan apa yang dilakukan oleh Komite Sekolah itu sudah sesuai dengan prosedur, Muari berjanji akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

“Terkait apa yang dilakukan oleh sejumlah Komite Sekolah, tentu akan kita selidiki terlebih dahulu,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bone Muhammad Idris SPd MSi yang dimintai tanggapannya mengatakan di dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah sudah sangat jelas bahwa sumbangan adalah pemberian berupa uang, barang, jasa oleh peserta didik, orangtua/walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat lembaga secara sukarela dan tidak memikat satuan pendidikan.

Sementara pungutan penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik, orangtua/walinya yang bersifat wajib, mengikat serta jumlah dan jangka waktu pengutannya ditentukan.

“Makanya dalam meminta partisipasi orang tua siswa, komite jangan melihat dari suara terbanyak, karena pasti ada yang tidak setuju, meski dia tidak mengungkapkan secara langsung. Makanya kembalikan kepada individu masing-masing sesuai dengan kemampuannya,” kata Kepala SMA Negeri 1 Bone ini.

Sementara mantan Sekretaris MKKS SMA Kabupaten Bone Muhammad Tang SPd MPd mengatakan komite dalam meminta partisipasi orangtua siswa harus jelas peruntukkannya. Makanya, sekolah harus punya konsep kebutuhan anggaran yang diinginkan dalam rangka menggaji tenaga honorer di sekolah.

“Untuk menentukan insentif kepada tenaga honorer, harus diperjelas dulu jam mengajar yang ada di sekolah. Karena yang dibayar itu adalah jam mengajar, bukan gaji perbulan,” jelas Kepala SMA Negeri 15 Bone ini.

“Kenapa harus diperjelas? Karena terkadang partisipasi yang ditarik oleh Komite justru tidak semata-mata mengarah ke honorer, melainkan ada juga yang mengarah kepada kegiatan fisik. Inilah yang tidak dibenarkan,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top