Tok, Hakim Kabulkan Gugatan Syamsul Alam. BRI Harus Bayar Hak Penggugat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tok, Hakim Kabulkan Gugatan Syamsul Alam. BRI Harus Bayar Hak Penggugat

RADARBONE.CO.ID-WATAMPONE–Hakim Pengadilan Negeri (PN) Watampone yabg diketuai BU Reza Syukur SH MH didampingi dua majelis hakim, Khaerunnisa SH dan Fitriani SH, mengetuk palu, usai membacakan putusan atas gugatan Syamsul Alam terhadap Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bone, atas kasus salah bayar dana warisan milik almahum Halpasmal.

Sidang yang berlangsung Rabu 20 November, memutuskan mengabulkan gugatan Syamsul Alam. Artinya, BRI harus membayar apa yang menjadi hak penggugat.

Syamsul Alam melalui kuasa hukumnya, Ilham Hasanuddin SH mengaku bersyukur atas putusan Pengadilan Negeri.

“Alhamdulillah atas izin Allah SWT, kita menang,” ujar Ilham melalui pesan whatsapp kepada radarbone.co.id.

Ilham mengaku, pihaknya memenangkan gugatan atas BRI melalui putusan Pengadilan Negeri Watampone, No.17/ Pdt.G/ 2019/ PN.Wtp tanggal 20 November 2019.

“Alhamdulillah kebenaran pasti yang akan menang. Terima kasih semua doanya,” tukasnya.

Pada sidang dengan agenda pembacaan putusan tersebut, pihak  BRI selaku tergugat, diwakili oleh dua jaksa selaku pengacara negara, yakni Hj Rosdiana SH MH dan Hj Hasmia SH serta karyawan BRI, Adiyatma dan Putu.

Diberitakan sebelumnya, bank plat merah (Bank Rakyat Indonesia) terseret dalam kasus penetapan perwalian anak yang digugat oleh Syamsul Alam melalui kuasa hukumnya, Dr Alwi Jaya SH MH dan Ilham SH.

BRI dinilai bertanggungjawab atas kesalahan bayar yang merugikan Syamsul Alam selaku pewaris sah

BRI didesak bertanggungjawab atas pencairan dana milik almarhum Hapsalmal sebesar Rp400 juta. Pasalnya, dana tersebut dibayarkan kepada pihak yang diduga tak tidak berhak atas warisan tersebut.

“Kita gugat (BRI), karena dana Almarhum Halpasmal ternyata telah dicairkan oleh pihak BRI Cabang Watampone kepada orang atau pihak yang tidak berhak. Dengan berdasar pada penetapan perwalian anak yang nyata-nyata cacat hukum dan cacat prosedur,” tegas Dr Alwi Jaya SH MH, ketua tim kuasa hukum Syamsul Alam, yang menangani perkara itu.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum, Ilham SH menegaskan, pencairan dana oleh BRI kepada Hastuti yang merupakan istri siri almarhum Hapsalmal cacat hukum.

“Kita gugat BRI untuk mengembalikan dana itu ke Syamsul Alam selaku pewaris sah,” tegasnya kepada RADAR BONE, Senin 4 November kemarin.

Ia juga mendesak agar hakim H yang mengeluarkan putusan penetapan perwalian anak, diproses hukum. Karena diduga menerima gratifikasi (Suap) untuk kepentingan penetapan putusan perwalian anak. Termasuk Andi Asrul, yang merupakan pengacara Hastuti yang diduga ikut berkonspirasi dengan hakim tersebut dalam membantu pencairan dana milik Hapsalmal.

“Saya perlu jelaskan juga, bahwa Hastuti ini adalah istri siri yang telah berpisah sebelum mantan suami sirinya (Hapsalmal) menduda.
Hastuti kemudian meminta ditetapkan jadi wali dari anak yang diakuinya sebagai anak almarhum Hapsalmal. Nah oknum hakim inisial H yang memeriksa permohonan tersebut kemudian langsung menetapkan Hastuti adalah wali dari anak tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya oknum hakim ini nekat menambah amar penetapan dengan memerintahkan pencairan dana rekening atas nama almarhum Hapsalmal di BRI Watampone.

“Ini saya maksud ada dugaan konspirasi jahat. Karena keduanya ini yang mendatangi dan menyakinkan pihak BRI utk segera mencairkan dana rekening kurang lebih Rp 400 juta rupiah,” tambahnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top