Tokoh Masyarakat Jawa Timur Ajak Perantau di Sulsel Dukung NH-Aziz, Ini Penjelasannya – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tokoh Masyarakat Jawa Timur Ajak Perantau di Sulsel Dukung NH-Aziz, Ini Penjelasannya

RADARBONE.CO.ID–Dukungan terus mengalir kepada pasangan calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Dukungan tersebut juga datang dari sejumlah tokoh Nusantara.

Di antaranya, tokoh Jawa Timur, Agung Sujatmiko. Ia mengajak perantau Jawa Timur di Sulsel untuk memilih NH-Aziz dalam kontestasi pilgub.

Pria asal Pacitan ini membeberkan, dirinya mengenal NH sebagai sosok yang erat dalam menciptakan kesejahteraan rakyat. NH yang berlatar belakang koperasi dikenal sebagai tokoh penggerak ekonomi kerakyatan.

“Pak NH adalah tokoh nasional yang punya komitmen kuat untuk membangun dan memberdayakan masyarakat melalui koperasi,” tuturnya, Kamis (3/5).

Lebih lanjut, Agung berujar, hanya melalui koperasilah, kesejahteraan dapat terwujud. Sebab, koperasi dapat menjadi rumah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Koperasi bisa memfasilitasi dan mensupport UMKM bisa berkembang. Misalnya, koperasi memberikan bantuan atas permasalahan modal, pasar, dan produksi,” jelasnya.

Karena itulah, Agung menekankan, pentingnya menentukan pemimpin yang erat kaitannya dengan koperasi dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. Di Sulsel, tegas dia, hanya NH pilihan tepat untuk kemajuan daerah.

“Yang cocok untuk memberdayakan masyarakat adalah orang koperasi. Tidak ada pilihan selain NH sebagai orang yang tepat mewujudkan cita-cita nasional, memajukan kesejahteraan umum berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tandasnya.

Dukungan untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid (NH) terus mengalir dari berbagai kalangan. Selain dari kalangan “akar rumput” dukungan juga datang dari sejumlah akademisi di Kota Makassar.

Salah satunya yakni Dosen Stikes Yapika Makassar, Bustang S.Pd., M.Pd. Bustang menyatakan dukungannya untuk NH karena program unggulan membangun di kampung menata kota yang digagasnya.

Terlebih, kata dia, NH bersama Ustaz Aziz menjadi satu-satunya kandidat yang lolos tahapan pencalonan dengan mulus tanpa hambatan. Disebutnya, berbeda dengan kandidat lain yang sibuk mengumpulkan dukungan parpol dan ada juga yang wara-wiri mengumpulkan kartu tanda penduduk.

“Selain itu, pasangan NH-Aziz juga lolos tahapan administratif dengan baik. Tidak pakai ijazah palsu, makanya saya dukung,” ucap Bustang.

Menurutnya, proses administratif perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Khususnya dalam hal penggunaan ijazah. Jangan sampai, sejak tahapan awal pilkada, ada kandidat yang bermain “jekkong”.

“Saya meyakini masyarakat kita, masyarakat Sulsel ini tidak suka dengan kandidat yang menggunakan dan menghalalkan cara untuk menang,” kata dia.

Tidak hanya dari masyarakat dan tokoh masyarakat Sulsel, tapi juga dari provinsi lain. Tarmizi Musa misalnya, tokoh masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel), yang mengajak keluarga dan masyarakat asal daerahnya, khususnya suku Banjar yang berdomisili di Sulsel untuk memilih NH-Aziz.

“Saya mengajak warga suku Banjar di Sulsel menyatu dan solid mendukung NH-Aziz. Mari doakan beliau bisa sukses dan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel. Toh, pasangan ini yang paling ideal dan komplit yang tentunya bisa membawa kesejahteraan, termasuk kepada orang-orang Banjar yang ada di Sulsel,” kata Tarmizi, Kamis, 3 Mei.

Tarmizi mengungkapkan dukungan kepada NH-Aziz muncul bukan tiba-tiba, melainkan melihat sepak terjang kedua tokoh nasional itu. Khususnya NH yang memang dikenalinya sejak dulu merupakan sosok kapabel dalam memimpin. Pengalaman dan kesuksesan mantan Ketua PSSI itu dalam memimpin organisasi nasional dan internasional tentunya mampu ditularkan saat menakhodai Sulsel kelak.

Tidak kalah penting, ketulusan dan komitmen NH-Aziz sangat sulit didapatkan pada zaman sekarang. Tatkala telah meraih sukses di pentas nasional, pasangan nasionalis-religius itu rela menanggalkannya demi pengabdian membangun kampung halaman. Demi Sulsel Baru yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

NH diketahui memutuskan bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 saat masih menjabat selaku Ketua Harian Golkar. Demi Sulsel Baru, ia melepas kesempatan untuk menjadi Ketua Umum Golkar dan menteri yang sudah ada di depan mata. Adapun Aziz menanggalkan jabatannya sebagai anggota DPD RI demi membangun kampung bersama NH.

“NH-Aziz paling bisa dipercaya. Tidak silau akan kekuasaan dan harta, itu sudah dibuktikannya. Misalnya Pak NH, beliau sudah sukses di Jakarta dan menetap puluhan tahun. Tapi, karena panggilan nurani akhirnya memutuskan pulang kampung untuk mengabdi membangun Sulsel,” ujarnya.

Lebih jauh, Tarmizi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga suku Banjar untuk tidak percaya dengan berbagai kampanye negatif yang kerap dialamatkan kepada NH-Aziz. Menjelang pilkada, sambung dia, memang akan banyak provokasi dan kampanye hitam yang menyerang kandidat.

“Jangan terpengaruh atau percaya dengan provokasi yang menyebut NH-Aziz begini begitu. Toh, kita sudah lihat sendiri yang paling tulus mengabdi untuk Sulsel ya NH-Aziz, lalu gagasan dan program yang paling bagus pun milik pasangan tersebut,” pungkasnya. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top