Total Tiga Polisi Diciduk Karena Terlibat Narkoba – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Total Tiga Polisi Diciduk Karena Terlibat Narkoba

WATAMPONE, RB—Dugaan keterlibatan aparat penegak hukum di bisnis narkoba, ternyata bukan isapan jempol belaka. Buktinya, satu persatu oknum anggota Polres Bone diciduk Tim Polda Sulselbar karena diduga terlibat dalam bisnis barang haram tersebut.

Derasnya aliran narkoba masuk ke Bone tidak terlepas dari bebasnya bandar menjalankan operasinya. Bandar-bandar besar yang bermain di balik bisnis narkoba di daerah berjuluk Kota Beradat ini nyaris tak tersentuh.
Dugaan keterlibatan oknum polisi membekingi bandar pun terus mengemuka dan menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Dugaan publik tersebut kini menunjukkan titik terang. Ini setelah adanya tiga oknum anggota Polres Bone ditangkap karena diduga terlibat narkoba.
Setelah Aiptu MS, Kanit Sa-bhara Polsek Ponre yang dige-rebek bersama isterinya di kediamannya di Perumnas Tibojong, Senin 18 April lalu sekira pukul 14.00 Wita. Tim Subdit I Narkoba Polda Sulselbar terus melakukan pengembangan.
Hasilnya, lagi dua oknum anggota Polres Bone diamankan karena diduga kuat menjadi kaki tangan Aiptu MS tersebut.
Dua oknum polisi yang dimaksud masing-masing AA berpangkat brigadir, selama ini bertugas di Satuan Narkoba Polres Bone dan DG, anggota Resmob Polres Bone juga berpangkat brigadir.
Terkhusus Brigadir AA. Bukan kali dia ditangkap. Sebe-lumnya Brigadir AA tertangkap saat berduaan dengan seorang teman wanitanya, Hj alias Dv (25) dalam kamar kos di Jl Serigala, Lingkungan Laccokkong, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis 5 Maret 2015 sekira pukul 02.00 Wita. Keduanya diduga kuat terlibat pesta narkoba jenis sabu.
Penangkapan yang dilakukan anggota Polsek Tanete Riattang yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang, AKP Suharyanto menemukan barang bukti di TKP berupa dua plastik bening yang masih berisi sisa serbuk sabu, satu alat isap sabu, satu sendok takar, dan satu alat hisap berupa pipet plastik serta dua unit handphone.
Penangkapan terhadap AA berpangkat brigadir ini dilakukan berdasarkan pengembangan dari penangkapan dua tersangka sabu lainnya berinisial A (21) dan R (23), seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kabupaten Bone, yang diamankan dua hari sebalumnya di sebuah rumah di Jl Abu Daeng Pasolong Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang Watampone, sekira pukul 22.00 wita.
Kembali ke kasus penangkapan terhadap dua oknum brigadir polisi tersebut, Berdasarkan informasi yang dihimpun RADAR BONE, kedua oknum polisi itu diamankan pada Senin dinihari, 18 April lalu.
Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Ma-ngera yang dihubungi pertelepon, Selasa 19 April kemarin membenarkan penangkapan dua oknum anggotanya Polres Bone tersebut.
“Aiptu MS sama isterinya sudah ditangani di Polda sekarang. Sementara AA dan DG itu kaki tangannya Aiptu MS yang dibekuk kemudian. Keduanya saat ini masih diamankan di Polres Bone,” jelasnya.
Frans menegaskan, oknum polisi yang terlibat narkoba tak akan diberi ampun. “Harus dipecat,” tegasnya.
Sementara informasi dari internal Polres Bone membenarkan adanya anggota Satuan Narkoba berinisial, Brigpol AA bersama dengan Anggota Resmob Satuan Reskrim Polres Bone, Brigpol DG yang diamankan di Mapolres Bone.
“Keduanya kami amankan dan diinterogasi terkait dengan keterlibatannya,” ungkap sumber tersebut kepada RADAR BONE, malam tadi.
Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho SIK MH yang berusaha dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak berhasil. Pesan pendek yang dilayangkan juga tidak dibalas.
Adapun Aiptu MS yang terlebih dahulu diciduk, resmi ditetapkan tersangka dengan barang bukti 38 gram sabu. Dia diringkus bersama istrinya di kediamannya.
Sejak tiba di Bone, Tim Polda Sulselbar terus melakukan penyisiran pada daerah-daerah yang diduga menjadi kantong narkoba.
Polda tak hanya menyisir polisi narkoba, namun mereka juga menyisir jaringan bandar Laccokkong. Salah satunya, Hr yang diketahui sebagai ta-ngan kanan Cp, salah seorang bandar di lingkungan Laccokkong, Kelurahan Watampone Kecamatan Tanete Riattang. Tim Polda menggerebek rumah Hr di Jl Veteran Watampone, Selasa 19 April kemarin sekira pukul 10.00 Wita. Hanya saja, dalam penggerebekan ini, Hr tak berada di rumah. Tim Polda hanya menemukan sejumlah bungkusan yang diduga sebagai barang bukti.
“Banyak polisi yang mandatangi rumah, Heru. Selain berpakai-an preman banyak juga brimob bersenjata lengkap,” tutur Irman, salah seorang warga setempat.
Irman mengaku tak melihat ada orang diamankan polisi di rumah Hr. “Tidak ada ditangkap, karena Heru sudah tidak ada di rumahnya. Kerabatnya saja ada di dalam rumah,” bebernya.
Penggerebekan di rumah Hr sempat menjadi tontonan warga setempat. Sebelumnya, Tim Polda berhasil mengamankan seorang penggiat LSM berinisial Tt (45). Tt diamankan di BTN Mahkota II Blok F 17 Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat, Senin 18 April lalu sekira pukul 02.00 Wita
Tt diketahui merupakan ja-ringan dari Aptu MS bersama BT yang sebelumnya telah diamankan tim ini.

radarboneherman@gmail.com-rosdianasulja_rabon@gmail.com

To Top